Bocah Perempuan di Cipondoh Diduga Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Polisi Buru Pelaku
Senin, 4 Mei 2026 | 21:19
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Kaposlek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengungkapkan, aksi tak senonoh Asep Winata, 42, memamerkan alat kelaminnya kepada mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat dipicu oleh obat kuat.
Tersangka yang dinyatakan Endy memiliki kelainan seksual tersebut, tak kuat pun menahan birahinya saat melihat korban seorang diri di halte depan kampus yang berlokasi di jalan Ir H. Juanda No.95, Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangsel tersebut.
"Tersangka sebelumnya mengantar anaknya sekolah waktu pagi. Kemudian siangnya jemput anak sekolah di sekitar lokasi,” kata Endy di Mapolsek Ciputat, Jumat (13/3/2020).
Aksi tersebut, lanjut Endy, sengaja dilakukan tersangka, karena kelainan seksual yang diidapnya. Tersangka merasa puas ketika korban berteriak histeris.
"Ketika dia nunjukin (alat kelaminnya), nah itulah klimaksnya (tersangka) di situ," ujar Endy.
Saat digelandang ke kantor polisi oleh petugas keamanan UIN Ciputat usai melakukan aksinya pada Rabu (11/3/2020) itu, tersangka sempat mengelak dan tidak mengakui perbuatannya tersebut.
"Awalnya tersangka mengelak, katanya sedang gatal-gatal, karena ada penyakit,” terangnya.
Namun, alibi tersebut tidak dipercayai penyidik. Akhirnya, tersangka pun mengakui perbuatan yang melanggar pasal 36 UU 44/2018 tentang Pornografi tersebut dan terancam dibui maksimal 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp5 miliar. (RMI/RAC)
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TODAY TAGPeristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Hidayat menyebut Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya tidak begitu memberikan dampak pada efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews