Warga Layangkan Class Action Soal Sampah, Pemkot Tangsel Bakal Bebenah
Minggu, 25 Januari 2026 | 16:36
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menanggapi langkah class action yang ditempuh warganya terkait pengelolaan sampah.
TANGERANGNEWS.com-Meskipun status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah berlangsung selama 11 hari sejak Sabtu (18/4/2020), namun warga terdampak COVID-19 di sejumlah wilayah kelurahan di Tangsel belum menerima bantuan sosial (Bansos). Salah satu keluaran tersebut adalah Jurangmangu Timur.
Lurah Jurangmangu Timur Kamaludin mengungkapkan, hingga saat ini bantuan tersebut masih ditunggunya. Artinya belum ada bantuan yang tersalurkan ke wilayahnya.
“Iya sampai dengan saat ini kami sama sekali belum menerima bantuan sosial, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Tangsel,” ungkapnya saat dihubungi, Selasa (27/4/2020).
Padahal menurutnya, seharusnya bantuan itu sudah diterimanya sejak 21 April 2020 lalu.
“Coba kami minta tolong media untuk follow up bantuan sosial yang seharusnya disalurkan per 21 April 2020,” ujar Kamaludin.
Dikatakan Kamaludin bahwa hingga kini dirinya tak tahu pasti kapan bansos tersebut akan diterimanya.
“Belum tahu untuk pembagian sembako akan diberikan kapan, belum ada informasi lebih lanjut,” imbuhnya.
Sembari menunggu, pihaknya kini pun tengah mempersiapkan mekanisme untuk pembagiannya. Hal itu dilakukan agar bantuan bisa tepat sasaran sesuai data dari Dinas Sosial Kota Tangsel.
“Nantinya jika bantuan sosial yang telah diajukan sudah diterima, untuk menghindari konflik maka kami akan memanggil beberapa RT dan RW yang bersangkutan sesuai data yang diajukan para RT dengan dikawal RW-nya, secara bergantian sesuai jam-nya. Jadi pembagiannya langsung di RT masing-masing yang tahu dan paham warga yang bersangkutan,” jelasnya.
Senada dengannya, Lurah Cirendeu Win Fadlianta juga menyebut bahwa wilayahnya belum mendapatkan mendapatkan bansos bagi warganya yang terdampak COVID-19.
“Belum, kami lurah belum menerima, begitupun warga seluruhnya belum menerima bantuan sosial berupa sembako, uang tunai dan non tunai,” ujarnya saat dihubungi.
Terkait keterlambatan itu, Win menyerahkan sepenuhnya terhadap pemerintah. Sementara ini, pihaknya masih melakukan kroscek dan pendataan terhadap warganya. Win harus memastikan warganya yang benar-benar pantas menerima bantuan.
“Pendataan dari kelurahan sudah sedikit lagi tinggal nunggu bantuan sosialnya saja, ada 200 KK (kepala kelaurga) di kelurahan Cirendeu yang terdata menerima bantuan sosial,” kata Win.(RMI/HRU)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menanggapi langkah class action yang ditempuh warganya terkait pengelolaan sampah.
TODAY TAGSinar Mas Land secara resmi membuka gerbang kepemilikan properti tahun 2026 melalui peluncuran program nasional bertajuk Royal Key.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews