Connect With Us

Bebas COVID-19, Lurah Paku Jaya & Bayi 8 Bulan Dipulangkan

Rachman Deniansyah | Minggu, 31 Mei 2020 | 21:38

Wali Kota Airin Rachmi Diany dan Koordinator Rumah Lawan COVID-19 saat melepas kepulangan 13 orang yang terindikasi COVID-19, Minggu (31/5/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Lurah Paku Jaya dan bayi berusia delapan bulan baru saja dinyatakan terbebas dari ancaman COVID-19 usai dikarantina di Rumah Lawan COVID-19 Tangsel.

Hasil sejumlah pemeriksaan yang dijalani, menunjukkan hasil negatif COVID-19. Mereka pun diperbolehkan pulang, pada Minggu (31/5/2020) sore.

Lurah Paku Jaya, Astari yang kini dapat kembali berkumpul dengan dua anaknya, dipulangkan usai dirinya terpapar COVID-19, dan masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Astari sempat dinyatakan positif, usai menjalani rapid test dan swab test berulang kali, beberapa waktu lalu.

Saat rapid test pertama, ia dinyatakan negatif. Namun karena kekhawatiran yang dirasakan atas ancaman COVID-19 tersebut, ia pun menjalanin rapid test untuk kedua kalinya. 

"Karena saya yang turun langsung ke lapangan, bersentuhan langsung dengan masyarakat. Atas inisiatif sendiri, saya menjalani lagi rapid test. Ternyata saya dinyatakan reaktif," ujar Astari kepada Tangerangnews, Minggu (31/5/2020).

Atas hasil itu, ia pun memboyong istri dan kedua anaknya untuk kembali menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Saya swab, istri dan anak dirapid.  Dan ternyata hasil dari puskesmas, hasil swab saya potsitif, istri saya positif, dan kedua anak saya berdua negatif," tuturnya.

Dengan demikian, ia pun memutuskan untuk mengkarantina diri sendiri dan istrinya di Rumah Lawan COVID-19 yang berlokasi di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Tangsel.

Selama belasan hari, ia dan istri pun menjalani sejumlah prawatan. Hingga akhirnya, kini ia bisa terbebas dari ancaman COVID-19.

"Kurang lebih antara 14 hari itu, tapi istri saya masih di sini (masih dikarantina)," tambahnya.

Astari, Lurah Paku Jaya yang telah dinyatakan negatif dan terbebas dari COVID-19.

Sedangkan, bayi berusia delapan bulan berinisial MA yang juga baru dipulangkan itu, kini telah terbebas dari ancaman COVID-19.

Bayi laki-laki tersebut, telah dinyatakan negatif usai sebelumnya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sang bayi mendapat hasil reaktif atas rapid test yang dijalani.

"Kira-kira 20 harian dari tanggal 12 Mei kita di sini. Tapi setelah swab, hasilnya negatif. Terus juga dirawat, dikasih vitamin, dan makanan bergizi," ujar Neni, ibunda MA yang juga dikarantina, lantaran menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Sementara itu, selain Lurah Paku Jaya dan Bayi berusia delapan bulan, Rumah Lawan COVID-19 juga memulangkan 11 orang lainnya, yakni sembilan PDP, serta dua ODP. Kepulangan mereka pun langsung dipimpin Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. 

"Kita harapkan mereka jadi duta COVID-19, untuk menyampaikan, mengedukasi kepada masyaraka, untuk mendisiplinkan diri sendiri terhadap protokol COVID-19. Bagaimana dalam tubuh kita ada kewajiban untuk jaga kesehatan," pungkasnya. (RAZ/RAC)

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Sampah Bisa Ditukar Jadi Uang Tunai di Festival Cisadane 2026, Ini Caranya

Sampah Bisa Ditukar Jadi Uang Tunai di Festival Cisadane 2026, Ini Caranya

Jumat, 24 Juli 2026 | 09:41

Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill