Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Setelah hampir tiga bulan berlalu, angka kasus penyebaran COVID-19 di Tangerang Selatan masih tinggi.
Data saat ini tercatat sebanyak 2.678 kasus, dengan rincian 1.840 kasus orang dalam pemantauan (ODP), 629 kasus pasien dalam pengawasan (PDP), dan 209 orang dinyatakan positif.
Sedangkan, untuk angka kematian pasien kasus COVID-19 itu, kini telah tembus 102 orang.
Angka tersebut dilansir TangerangNews dari publikasi resmi Satuan Gugus Tugas COVID-19 Tangsel di laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/ pertanggal 21 Mei 2020 yang diakses pukul 21.00 WIB.
Menurut data tersebut, terdapat 102 warga Tangsel yang dinyatakan meninggal dunia akibat virus tersebut.
Ratusan pasien meninggal dunia tersebut, terdiri dari pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien yang telah dinyatakan positif COVID-19.
Untuk pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia berjumlah 79 orang. Sedangkan pasien meninggal dunia yang telah dinyatakan positif, berjumlah 23 orang.
Sedangkan untuk pasien yang sembuh sebanyak 1.545 orang, dengan rincian, 1.235 orang ODP, 270 PDP, dan 40 pasien lainnya sembuh dari positif COVID-19. (RMI/RAC)
TODAY TAGPemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Banyak investor tertarik membeli aset crypto hanya karena melihat harga yang sedang naik. Padahal, keputusan investasi yang baik berdasarkan analisis fundamental.
Warga di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu 8 Juli 2026, malam.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews