Connect With Us

Gugus Tugas COVID Tangsel : Sebelum New Normal Baiknya Rapid Test Dulu

Rachman Deniansyah | Selasa, 2 Juni 2020 | 20:15

Nampak seorang anggota dari salah satu komunitas di Tangsel yang tengah menjalani rapid test di Labkesda Kota Tangsel, Selasa (2/6/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Gugus Tugas COVID-19 Tangsel menyatakan sebaiknya sebelum masuk pada era new normal, seluruh organisasi dan komunitas yang berada di Tangsel memeriksakan diri  dengan metode tes cepat (rapid test).

Sebab berdasarkan data pertanggal 2 Juni 2020, masih terdapat sejumlah kenaikan pada virus ini, meski tak banyak.  

Untuk jumlah orang dalam pemantauan terdapat 341 orang. Sedangkan sebanyak 1.663 orang lainnya telah bebas dari pemantauan. 

Sedangkan untuk kasus pasien dalam pengawasan  terdapat 675 kasus. Dengan rincian, 291 pasien masih dirawat, 303 pasien sembuh, dan 81 pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia. 

Sementara, untuk orang yang telah dinyatakan positif, terdapat sebanyak 233 kasus. Dengan rincian, 147 pasien masih dirawat, 61 pasien sembuh, dan 25 pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas COVID-19 Tangsel, Suhara Manullang mengatakan, saat masa transisi menuju era new normal ini, memang perlu diadakan rapid test. 

“Untuk memastikan dan mencegah perluasan penyebaran penyakit COVID-19 di Tangsel," ujar pria berkacamata dengan rambut tipis itu di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangsel, Serpong, Tangsel, Selasa (2/6/2020). 

Terlebih, masih banyak masyarakat yang hingga kini masih suka mengabaikan potokol kesehatan COVID-19 saat bertemu keluarga, rekan, dan yang lainnya.

"Dengan jaga jarak,  kemudian juga pakai masker kemudian cuci tangan itu, kehidupan yang akan kita jalani sebelum kita berhasil menemukan vaksin untuk COVID-19," tuturnya.

Sebagai langkah awal, rapid test ini langsung dilakukan di Labkesda milik Tangsel. Pada pelaksanaan pertamanya, terdapat 150 orang dari sejumlah komunitas di Tangsel yang menjalani pemeriksaan tersebut.

"Bagi komunitas atau siapapun yang merasa membutuhkan kepastian, dapat menjalani pemeriksaan atau tes cepat ini di Labkesda Kota Tangsel, dan juga ada beberapa sarana pelayanan kesehatan swasta yang melaksanakan pemeriksaan COVID-19 ini," tuturnya.

Bila dalam pelaksanaan rapid test itu ditemukan hasil reaktif, maka pemeriksaan dan penanganan pun akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. 

"Jika reaktif, kita lanjutkan ke pemeriksaan swab yang nanti hasilnya adalah konfirmasi positif atau negatif. Selanjutnya bila positif, akan dilakukan karantina," pungkasnya. (RMI/RAC)

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KOTA TANGERANG
PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:35

PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill