Connect With Us

Pilkada Tangsel, Penyelenggara Akan Jalani Rapid Test

Rachman Deniansyah | Rabu, 10 Juni 2020 | 19:44

Ilustrasi Pilkada. (@TangerangNews / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Seluruh penyelanggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan akan menjalani tes cepat atau rapid test.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, hal tersebut tertuang pada rancangan Peraturan KPU (PKPU) yang kini masih menjalani uji publik. 

"Ya itu sebenarnya tertuang di dalam draft peraturan KPU. Karena memang setiap penyelenggara sebelum melaksanakan kegiatan terlebih dahulu harus melakukan tes (rapid test)," ujar Bambang saat dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Adapun yang harus menjalani tes tersebut, adalah seluruh penyelenggara yang bertugas dalam Pilkada yang akan dihelat 9 Desember mendatang.

"Pelaksanaan rapid test terhadap personel KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten Kota, PPK, PPS, KPPS, dan PPDP yang bertugas, yang memiliki resiko terpapar COVID-19. Jadi semua lini," paparnya.

Selain itu, dalam draft PKPU itu juga diatur setiap penyelenggara harus menggunakan alat pelindung diri dalam setiap proses tahapan Pilkada. 

"Minimal atau paling kurang berupa masker. Selain itu, juga harus disediakan sarana sanitasi yang memadai, minimal fasilitas cuci dan disinfektan," sambungnya.

Sedangkan, para peserta ataupun para pemilih harus memperhatikan jarak (social distancing) saat di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Bahkan, agar untuk menghindari kerumunan yang berlebihan, KPU juga sebelumnya telah mengurangi dan membatasi jumlah pemilih di setiap TPS. 

"kalau di undang-undang Pilkada tentang data pemilih, itu (sebelumnya) disebutkan 800 pemilih untuk setiap TPS. Nah dalam kesepakatan baru ini,  dalam masa pandemi dan untuk memutus penyebaran COVID-19, salah satu upayanya adalah membatasi pemilih dalam TPS, dan disepakati maksimal 500 pemilih," jelas Bambang. 

Sejumlah perbedaan pada pelaksanaan Pilkada ini dilakukan demi menghindari penyebaran dan penularan COVID-19.

"Pelaksanaan Pilkada kali ini berbeda dari biasanya. Kita harus menyesuaikan dengan potokol kesehatan. Pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini harus dijalani berdasarkan aspek keselamatan dan kesehatan," tuturnya.

"Baik itu keselamatan dan kesehatan bagi penyelenggara, peserta, dan pemilih," pungkas Bambang.(RMI/HRU)

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill