Tangsel Digital Academy Asah Skill IT Pelajar, Berpeluang Direkrut Diskominfo
Jumat, 17 April 2026 | 14:37
Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bercita-cita menjadi ahli digital.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan kembali merazia sejumlah apartemen yang berada di kawasan Serpong, Selasa (7/7/2020) malam.
Kepala Seksie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry menjelaskan, dari dua apartemen yang dirazia, pihaknya menemukan tiga pasang muda-mudi yang didapati tengah berduaan di dalam kamar.
"Pada saat kami memonitoring di beberapa kamar, kami dapati tiga pasang muda-mudi yang bukan suami istri," ujar Muksin saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2020).
Meski sempat ada yang menolak, ketiga pasangan itu pun langsung digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tangsel untuk diperiksa dan diberikan pembinaan.

"Mereka dibina di kantor Satpol PP Tangsel dan juga dipanggil orang tua wanita maupun laki-laki," tuturnya.
Razia itu dilakukan atas dasar adanya laporan dari masyarakat yang tinggal di apartemen tersebut. "Kan tadi laporan dari warga apartemen, mereka resah banyak wanita tidak jelas menginap dan membawa laki-laki," tambahnya.

Selain itu, razia juga dilakukan guna menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) No 28/2020 tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangsel ini.
Mengingat masih terjadi pandemi COVID-19, Satpol PP akan terus memonitor para pendatang, atau warga yang tak memiliki KTP Tangsel.
"Nah ini juga terkait pengecekan data masyarakat yang tinggal di sini. Warga Tangsel atau warga luar Tangsel. Kalau warga luar tentunya tadi kita sampaikan ke pengelola agar dilakukan rapid test, kalau dia tidak punya, maka harus dikarantina mandiri seperti itu," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bercita-cita menjadi ahli digital.
TODAY TAGPerang Iran vs Israel-AS membuat khawatir negara-negara dikawasan, akan ancaman kelangkaan kebutuhan minyak di negerinya, yang berpotensi menyebabkan timbulnya krisis energi dunia. Tidak terkecuali di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews