8 Tahun Dibangun, Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati Jadi Destinasi Wisata Baru di Tangerang
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:46
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan sebanyak 11 pasangan mesum dari sejumlah tempat penginapan, Kamis (25/6/2020) malam.
Kepala Sesie (Kasie) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fakchry mengatakan belasan pasangan tersebut diamankan saat pihaknya tengah merazia tempat-tempat hiburan dan penginapan di bilangan Serpong, Kota Tangsel.
"Awalnya kita razia tempat karaoke Masterpiec, karena buka saat PSBB jadinya kita tutup. Terus semalam kita juga razia ke Hotel Kinari, Oyo, dan RedDoorz," ujar Muksin saat dihubungi, Jumat (26/6/2020).

"Dari hotel itu, kita amankan, ada delapan pasangan mesum bukan suami istri dan tiga wanita yang kita duga sebagai PSK beserta pelanggannya," tambahnya.
Menurut keterangan yang didapati, sejumlah wanita yang terjaring razia tersebut rata-rata dengan sengaja menjajaki dirinya sendiri kepada pria hidung belang.

"Iya mereka open BO (booking). Mereka jualannya pakai aplikasi Mi Chat," imbuhnya.
Setelah tertangkap basah oleh anggota, mereka pun langsung digelandang ke kantor Satpol PP Tangsel untuk didata.
"Kita panggil orang tuanya. Jadi pembinaan kepada mereka langsung oleh orang tuanya. Mereka rata-rata di bawah 25 tahun," jelasnya. (RAZ/RAC)
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews