Ubah Limbah Jadi Berkah, Alfamart Hadirkan Mesin Pengumpul Minyak Jelantah di Tangerang
Selasa, 27 Januari 2026 | 23:40
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TANGERANGNEWS.com-Putra Muhamad Shidqi, 22, korban pengeroyokan segerombolan pemabuk di Jalan AMD V, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, 27 September 2020 lalu, menyebabkan tendon atau urat di bagian tangan terputus.
Akibatnya, pemuda asal Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang itu harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.
"Korban mengalami luka benda tajam yang memerlukan tindakan khusus. Kalau dibilang berat bukan bukan juga. Tapi harus menjalani operasi Tendon," kata Tim Medis RSU Tangsel, Lasdo di ruangannya, Rabu (30/9/2020).
Saat ini, Putra masih menunggu jadwal operasi tendon atau urat. Rencananya, jadwal operasi akan dilakukan esok hari, Kamis (1/10/2020).
Baca Juga :
"Karena tendonnya terputus harus dioperasi. Prepare (persiapan) operasi tendon itu lebih sulit dari pada operasi putus otot. Makanya yang operasi bukan dokter bedah biasa, tapi dokter bedah ortopedi," jelas Lasdo.
Namun meski demikian, Lasdo memastikan bahwa kondisi Putra kini sudah membaik.
"Awalnya saat masuk, korban dijait situasional. Jumlah jaitan situasional kita enggak hitung. Tapi sekarang pasien sudah baik-baik saja, interaksi normal, duduk bisa, sudah normal," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TODAY TAGStasiun Jatake mulai beroperasi sebagai stasiun pemberhentian baru KRL Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung pada Rabu, 28 Januari 2026.
Direktur media daring Ekbisbanten.com, Ismatullah, memenuhi undangan klarifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten pada Senin, 26 Januari 2026.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews