Connect With Us

Ratusan Surat Suara Pilkada Tangsel Rusak

Rachman Deniansyah | Jumat, 27 November 2020 | 21:05

Pegawai KPU saat menunjukan kertas surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan yang rusak. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Proses pelipatan kertas surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan kini telah memasuki hari ketiga, Jumat (27/11/2020). 

 

Setidaknya sebanyak 25 hingga 30 pelipat berjibaku melipat sebanyak 1.001.874 lembar surat suara. 

 

Selama tiga hari pelipatan itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel hingga kini menemukan lebih dari seratus kertas suara yang rusak atau tidak memenuhi syarat. 

Proses penyortiran kertas surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan.

"Antara lain ada yang sobek di salah satu sisinya, kemudian kelebihan kertas, ada juga kertas yang potongannya tidak presisi atau tidak simetris. Kemudian ada juga kertas yang sisi luarnya tidak tercetak," papar Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro saat ditemui di Gudang logistik KPU Tangsel, Jalan Buana Kenacana, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

 

Ia memastikan bahwa seluruh kertas yang tak layak atau rusak tersebut bersumber dari percetakan. 

 

"Dominan dari percetakan paling banyak. Tadi saya perhatikan kebanyakan (kerusakan) itu kebanyakan adalah sisi luar kertas yang tidak tercetak," kata Bambang. 

 

"Jadi tempat untuk menuliskan nama TPS, kelurahan, dan sebagainya itu tidak tercetak, kemudian ada yang berkerut atau lecek," sambungnya. 

 

Nantinya, kata Bambang, seluruh kertas rusak dan tak memenuhi syarat tersebut akan disortir terlebih dahulu. 

"Ya kalau untuk kekurangannya nanti kita akan meminta terlebih dahulu kalau ada kekurangan. Kemudian surat suara yang tadi dalam kategori tidak memenuhi syarat akan kita musnahkan berbarengan, jika ada surat suara yang lebih dari percetakan," katanya. 

 

Ia pun menargetkan akan menyelesaikan proses pelipatan tersebut hingga Senin mendatang. 

 

"Kami targetkan pertama itu adalah empat hari. Tapi kayaknya memang belum terkejar. Kemudian saya mendapatkan laporan dari koordinator pelipatan surat suara itu optimis akan selesai di hari Senin, tanggal 30 November," pungkasnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill