Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Salah satu staf Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang Selatan dikabarkan telah terpapar COVID-19.
Akibatnya, segala bentuk pelayanan administrasi kependudukan pada Kantor yang terletak di Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong itu ditutup sementara.
Hal tersebut pun turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangsel Dedi Budiawan, saat dihubungi awak media, Selasa (15/12/2020).
"Benar, satu orang (terpapar COVID-19) dan itu sebetulnya dia di back office bukan di front office," ujar Dedi.
Belum diketahu jelas dari mana yang bersangkutan terpapar viru tersebut. Namun diketahui pegawai itu terpapar bersama suaminya. "Tapi suaminya bukan di Disdukcapil," imbuhnya.
Ia memastikan bahwa stafnya tersebut bukanlah orang yang berhubungan langsung dengan para pemohon yang biasa ramai memadati kantornya.
Atas hal itu sebagai langkah pencegahan, salah satunya yang dilakukan ialah menutup sementara seluruh pelayanan di kantornya tersebut selama tiga hari ke depan.
"Mulai hari ini, Selasa (15/12/2020) sampai Kamis (17/12/2020). Jadi Jumat sudah masuk (buka) kembali. Kemarin juga sudah kita lakukan sterilisasi," tuturnya.
Selain itu, Dedi juga telah memeriksa seluruh stafnya dengan pemeriksaan cepat atau rapid test.
"Kemaren kita lakukan rapid ada yang reaktif empat orang. Hari ini sedang dan akan dilakukan swab untuk empat orang tersebut. Ya mohon doanya, semoga sih negatif, tidak positif," ujar Dedi.
Meski pelayanan di kantornya tutup, Dedi memastikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan di Kota Tangsel masih dapat dinikmati warga.
"Yang tutup hanya di kantor dinasnya. Kalau di Kelurahan, Kecamatan, dan mal itu tetap buka. Buka terus, onlinenya juga jalan," pungkasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGAksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Sejumlah kelompok masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 27 Agustus 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews