Connect With Us

2 Tenggelam di Tandon Jurang Mangu Barat Tangsel, Satu Tewas

Rachman Deniansyah | Kamis, 18 Februari 2021 | 19:11

Lokasi tenggelamnya dua bocah di Tandon Jurang Mangu Barat RT 07 RW 11, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Dua bocah berjenis kelamin pria tenggelam di Tandon Jurang Mangu Barat RT 07 RW 11, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (18/2/2021). Nahas, satu diantaranya tak dapat diselamatkan. 

 

Bocah berinisial AA yang masih berusia 3 tahun itu, meninggal dunia sesaat jasadnya berhasil di angkat dari permukaan air. 

 

Sedangkan satu lainnya, berinisial MRA kini masih kritis. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. 

 

Anggota Babinsa Koramil Pondok Aren, Serda Saidih menuturkan, insiden maut tersebut bermula saat gerbang tandon mulai dibuka Kembali, setelah sebelumnya sempat ditutup akibat adanya pandemi COVID-19. 

 

Sebelum kejadian, ia sempat melihat kedua anak tersebut sedang duduk di kursi yang berada di pinggir tandon. 

 

"Mulanya sekitar pukul 11.00 WIB memang saya ada di tandon, kebetulan saya melihat ada dua anak itu sedang duduk di kursi dekat tandon," ujar Saidih saat ditemui di lokasi. 

 

Namun setelah melihat kondisi tandon tersebut, Saidih kembali ke Kantor Kelurahan Jurang Mangu Barat, yang letaknya tak jauh dari lokasi. 

 

Tak berselang lama, tiba-tiba ia mendengar suara jeritan histeris seorang ibu-ibu yang meminta tolong. Suara tersebut, kata dia, berasal dari arah tandon. 

 

"Langsung kita ke tandon, dan ternyata saya lihat dua anak yang tadi berada di kursi telah mengambang di permukaan air tandon," tutur Saidih. 

 

Sontak usai melihat kedua anak tersebut, Saidih tak berpikir panjang. Ia langsung melompat menyelamatkan kedua anak tersebut. 

"Saya langsung lompat dan berusaha menolong, menyelamatkan anak tersebut. Keduanya sudah pingsan. Langsung saya lakukan pertolongan pertama," ujarnya. 

 

Namun nahas meski telah dilakukan tindakan, satu anak diantaranya tak dapat tertolong.

 

"Tetapi yang satu memberikan respons. Keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Petukangan," ujarnya. 

 

Belum diketahui penyebab musabab persitiwa iyu. Namun, pantauan di lokasi, korban berinisial AA, telah dimakamkan pihak keluarga, tak jauh dari lokasi. 

 

Sedangkan korban berinisial MRA, kini sudah memperlihatkan kondisi yang terus membaik.

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:24

Setelah melalui serangkaian seleksi yang melibatkan lebih dari 300 tea-rista dari ratusan gerai di berbagai daerah, Chatime akhirnya menetapkan pasangan asal Bintaro dan Surabaya sebagai pemenang Chatime Tea-rista Competition 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill