Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGWERANGNEWS.com-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan memfasilitasi perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi para transgender di kantornya yang terletak di Jalan Raya Serpong, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, 2 Juni 2021.
Kegiatan itu pun turut disambut dengan antusias oleh para transgender. Dalam perekaman kali ini saja, sedikitnya sudah terdapat puluhan orang yang datang sejak pagi hari.
Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Dedi Budiawan mengatakan bahwa seluruhnya, adalah transgender yang terlahir sebagai seorang laki-laki.
"30 orang itu terlahir sebagai laki-laki yang memang belum merekam E-KTP, tapi sudah memiliki NIK," ujar Budi saat dihubungi awak media.
Meski terlahir sebagai laki-laki, puluhan transgender tersebut masih berpenampilan selayaknya seperti seorang wanita. Bahkan, beberapa diantaranya terlihat mengenakan pakaian kebaya.
"Ada memang beberapa dari mereka yang rambutnya panjang, seperti perempuan. Namun ada juga yang rambutnya pendek layaknya pria, tapi agak kemayu," kata Budi.
Kendati demikian, dalam perekaman itu para transgender tersebut tetap dinyatakan berjenis kelamin laki-laki.
"Jadi tidak mengubah status kelaminnya. Artinya terlahir laki-laki sampai saat ini data dokumennya tetap itu (laki-laki)," paparnya.
Ia menjelaskan, perekaman KTP-el tersebut menjadi salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Kami memfasilitasi tempatnya, karena merupakan program dari Kemendagri. Makanya 30 transgender itu berasal dari 9 Provinsi di Indonesia," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGProvinsi Banten menjadi wilayah dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang cukup memprihatinkan sepanjang Januari hingga September 2026.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews