Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel saat mengamankan hewan buas jenis sanca sepanjang tiga meter ke dalam box putih di Jalan Masjid Nurul Qomar RT 02 RW 06, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat 2 Juli 2021 pagi. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)
TANGERANGNEWS.com-Pemilik warung kelontong di Jalan Masjid Nurul Qomar, RT02/06, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan dikagetkan dengan adanya seekor ular jenis sanca sepanjang tiga meter yang bersembunyi di atap warung, Jumat 2 Juli 2021 pagi.
Ular berukuran besar yang khas dengan motif batiknya itu, ditemukan saat pemilik warung hendak membuka tempat berjualannya.
Pemilik warung yang kaget pun langsung melaporkan temuannya tersebut ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel.
"Ya tadi kami dapat laporan dan langsung meluncur ke lokasi. Kami minta pemilik warung untuk memantau keberadaan ular dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya," Komandan Regu Rescue Tim A Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Darus Salam kepada TangerangNews.com.
Sesampainya di lokasi, terlihat ular masih melingkar di atas atap atau plafon dari warung tersebut. Diduga, hewan melata itu terjebak usai mengejar mangsanya.
"Saat malam harinya, pemilik warung mendengar suara yang mencurigakan. Kayaknya ular itu abis makan, dia mengejar mangsanya sampai ke atas plafon," kata Darus.
Tak butuh waktu lama, petugas pun langsung mengevakuasi ular yang memiliki berat hingga lima kilogram tersebut.
"Alhamdulillah sih tidak ada kesulitan yang berarti. Tadi langsung kita tangkap dan kita amankan," tuturnya.
Usai dievakuasi, ular yang dikenal memiliki tenaga lilitan sangat kuat itu langsung dimasukkan ke dalam tempat yang aman. "Langsung kita bawa ke kantor," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Baru-baru ini, sebuah klaim yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa hacker dengan username Bjorka menyebut data nasabah Bank BCA tengah menjadi incaran dari kelompok ransomware.
Generasi muda, seringkali disebut sebagai penerus bangsa, dihadapkan pada dilema yang kompleks. Mereka digambarkan sebagai harapan, tulang punggung kemajuan, dan penentu masa depan Indonesia.
Para ilmuwan dari Bulletin of Atomic Scientists (BAS) akan kembali mengatur ulang Jam Kiamat pada 28 Januari 2025. Jam ini sebetulnya merupakan simbolis sekaligus pengingat akan ancaman besar yang mengintai umat manusia
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""