Connect With Us

Sempat Terdengar Ledakan, Kebakaran di Bambu Apus Diduga Akibat Korsleting Listrik

Rachman Deniansyah | Kamis, 16 September 2021 | 14:26

Sejumlah rumah yang terletak di Jalan Mujaer VII RT 7 RW 4, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan hangus terbakar, Kamis, 15 September 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kebakaran hebat yang menghabiskan dua petak rumah di Jalan Mujaer VII RT 7 RW 4, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, diduga bersumber dari adanya korsleting listrik dari salah satu bangunan. 

Korban kebakaran, Sohati, 57, menuturkan, titik api yang merambat begitu cepat itu pertama kali dilihatnya bersumber dari bangunan kontrakan yang berada di belakang kediamannya. 

"Pertama kali saya lihat dari rumah belakang. Kontrakan gitu, sekarang sudah kosong. Tapi dulunya ada yang ngontrak," ujar Sohati saat ditemui di lokasi, Kamis, 16 September 2021. 

Sebelum kobaran api membesar dan menghabiskan rumahnya, ia sempat mendengar suara ledakan. 

"Tadi waktu salat dengan suara ledakan, 'duarr!! '. Lalu saya langsung keluar rumah, lari," tuturnya.

Setelah terdengar suara tersebut, api pun kian membesar seiring dengan angin yang berembus cukup kencang. 

Warga yang panik pun sontak berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari melaporkan insiden tersebut ke petugas pemadam kebakaran (Damkar). 

Baca Juga :

Komandan Regu Pleton Bravo Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Tangsel, Kurniawan menuturkan, sedikitnya sebanyak lima armada mobil damkar diterjunkan ke lokasi. 

Hampir selama satu jam petugas berjibaku menjinakkan si jago merah. Namun sayangnya, api telah melahap hampir seluruh bangunan yang terbakar hingga rata dengan tanah. 

Kurniawan menduga, kebakaran tersebut berasal dari adanya korsleting listrik. 

"Yang terbakar itu, menurut pengakuan sang pemilik itu ini rumah tinggal tapi dulunya kontrakan. Dugaan sementara dari Damkar, penyebabnya ini karena ada korsleting listrik. Ya jadi apinya kemana-mana," terangnya. 

Namun beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Korban yang tergolong telah berusia lanjut atau lansia, mampu menyelamatkan diri. 

"Karena saat kejadian pemilik dan warga menyelamatkan diri masing-masing," imbuhnya. 

Untuk sementara ini, petugas masih berjibaku melakukan pendinginan. Hingga kini, kerugian pun belum dapat ditaksir jumlahnya. 

"Kami masih menunggu keterangan dari pemilik. Luas bangunan yang terbakar, 150 meter persegi," pungkasnya.

HIBURAN
Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Minggu, 1 November 2026 | 19:47

Paramount Petals menggelar Pharmaphoria Fun Run 2026 di kawasan Boulevard Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Minggu, 1 November 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill