Connect With Us

Perda PMKS Bakal Ditegakkan di Tangsel, Manusia Silver hingga Badut yang Membandel Terancam Pidana

Rachman Deniansyah | Jumat, 5 November 2021 | 20:07

Manusia silver. (@TangerangNews / Instagram @polsekpamulangpolrestangsel)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana akan menegakkan kembali Peraturan Daerah (Perda) mengenai ramainya keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti manusia silver hingga badut jalanan di tengah masyarakat. 

"Iya, kemarin sudah ada rapat koordinasi. Saya sudah mintakan untuk dilakukan penegakkan Perda PMKS, pokoknya penertiban dulu," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie kepada awak media, Jumat, 5 November 2021. 

Pasalnya seperti diketahui, keberadaan manusia silver hingga badut jalanan di Kota Tangsel sempat mendapat sorotan publik. 

Terutama ketika munculnya sesosok bayi yang turut dilumuri cat berwarna silver dan diajak untuk mengais rezeki di keramaian kota. 

Aksi mereka pun dianggap meresahkan oleh sebagian orang, termasuk bagi Benyamin sendiri. 

Untuk itu, ia memerintahkan jajarannya untuk tegas melakukan penindakan. Jika terdapat pelanggaran, pihaknya lebih mengutamakan untuk membina PMKS tersebut. 

"Kemudian lakukan seleksi, kalau orang di luar Tangsel kembalikan ke daerah asalnya. Kalau orang Tangsel kita lakukan pembinaan. Kita kan sudah ada rumah sosial," tuturnya. 

Namun, kata Benyamin, jika mereka tetap membandel maka hukuman pun akan menantinya. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang tertuang di dalam Perda Kota Tangsel Nomor 6 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. 

Tak tanggung-tanggung, hukuman yang menanti bagi PMKS yang membandel adalah sanksi pidana. 

"Dibikin berita acara, foto orangnya, kalau balik lagi, lakukan tindak pidana ringan, gitu. Jadi enggak sekadar dikembalikan (ke daerah asal). Tapi kalau dia balik lagi (jadi PMKS di Tangsel), dan ternyata pelaku lama, tindak pidana ringan sudah, kurungan badan atau denda," tegasnya. 

Dalam Perda tersebut tertuang bahwa sanksi yang menanti, maksimal adalah kurungan penjara paling lama 6 bulan, atau denda paling banyak Rp50 juta. 

Untuk menegakkan aturan tersebut, Benyamin mengatakan bahwa dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres dan Pengadilan setempat. 

Namun aturan tersebut hanya untuk langkah terakhir, jika ada yang tetap membandel. Ia tetap menekankan kepada jajarannya untuk memberi pendekatan secara persuasif terlebih dahulu melalui pembinaan. 

"Mencari pekerjaan mau kita latih, kita training boleh silakan, asal jangan menjadi PMKS. Kita siap melakukan pelatihan kalau mereka mau. Misalnya modal usaha. Setelah dilatih mereka butuh bantuan mesin, buat usaha, silakan. Tapi ini untuk orang Tangsel ya," pungkasnya.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill