Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan menyatakan bahwa pasokan blanko untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di wilayahnya kini kembali normal.
Atas kondisi tersebut, warga Tangsel yang semula hanya mendapatkan Surat Keterangan atau Suket saat merekam KTP-el, kini dapat mencetaknya.
Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan menuturkan atas normalnya ketersedian blanko tersebut, pihaknya kini mampu mencetak hingga ratusan lembar.
Masyarakat, dapat mencetak KTP-el di seluruh tempat pelayanan yang telah disediakan. Seperti di Kantor Disdukcapil Tangsel, Kantor Kecamatan, serta Gerai Dukcapil yang tersedia di hampir seluruh mal.
"Warga yang mendapat SK kependudukan, ya sekarang tinggal cetak. Tinggal datang silakan, sudah enggak ada surat keterangan," ujar Dedi kepada awak media, Rabu, 10 November 2021.
Hal tersebut menjadi kabar bahagia bagi warga Tangsel. Mengingat, sebelumnya stok blanko sempat menipis.
Sehingga masyarakat yang hendak mencetaknya harus bersabar hingga sepekan.
"Ternyata baru seminggu sudah datang kan, mereka yang sudah terlanjur, ya tidak apa-apa tinggal balik lagi," terangnya.
Dengan demikian, pencetakan KTP-el kini tak lagi diprioritaskan hanya bagi kelompok usia pemula atau 17 tahun.
Namun sudah diperbolehkan untuk semua kalangan, termasuk bagi warga yang hendak mencetak ulang KTP-el karena rusak.
"Sebelumnya yang ganti foto rusak kita pending dulu, kan artinya masih punya lah ya walaupun rusak. Sekarang sudah bisa, artinya kembali ke titik semula yang sekitar 500 per hari, kemarin sempat drop hingga 200 - 300 lembar per hari, kalau sekarang sudah normal lagi mulai dari kemarin sudah 500 lagi per hari," tandasnya.
TODAY TAGPenyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memulai penyusunan dokumen kriteria kesiapan (readiness criteria), sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews