3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Komunitas motor gede (moge) Bintaro Brothers menggelar touring sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim di Jogjakarta, Minggu, 28 Mei 2023.
Sebelum melaksanakan santunan, komunitas tersebut setelah melakukan perjalanan dari Bintaro Tangerang menuju Pandandaran, untuk mengikuti acara Golden Wingday yang diadakan oleh Harley Davidson Club Indonesia.
"Selanjutnya B’Brothers melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta melakukan aksi bakti sosial dengan memberikan donasi kepada Anak Yatim dari Yayasan Al-Mulk di Wilayah Jogjakarta," ungkap Ketua Umum B’Brothers Masdar Syaman.
Menurutnya, sebelum santunan, pihaknya menjamu para puluhan anak yatim itu di Hotel Whiz Malioboro. Lalu total santunan senilai jutaan rupiah diberikan kepada 25 anak yatim dari yayasan tersebut.
"Hal tersebut tak lepas dari setiap rangkaian perjalanan dari komunitas motor B’Brothers," kata Masdar.
Bendahara Umum B’Brothers Adhitya Nasution menjelaskan tujuan bakti sosial tersebut merupakan bentuk syukur dari komunitasnya dan bentuk kepedulian terhadap sesama.
"Agenda bakti sosial ini menjadi kegiatan wajib bagi B’Brothers dalam setiap touring yang diadakan," katanya.
Diharapkan, dengan adanya aksi touring sekaligus berbagi kepada kaum membutuhkan, bisa menjadi contoh bagi komunitas motor lain.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGAirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.
Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews