Connect With Us

395 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Dibedah Sepanjang Tahun 2023

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 16 November 2023 | 18:56

Ilustrasi keluarga masuk kategori kemiskinan ektrem. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 395 rumah tak layak huni dibedah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) sejak awal hingga penghujung tahun 2023.

Perbaikan Rumah Umum Tak Layak Huni (RUTLH) berasal dari anggaran murni. Saat ini, tercatat 344 rumah telah dibedah menyisakan 51 rumah selanjutnya yang masuk dalm target pelaksanaan.

"Jadi, kalo ditambah sama tahun sebelumnya sudah sebanyak 1950 rumah yang dibedah dengan indeksnya satu rumah itu kurang lebih 70 juta dari mulai perencanaan hingga rumah itu jadi," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam sosialisasi di Puspemkot Tangsel, Rabu, 15 November 2023.

Benyamin menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan program bedah rumah tak layak huni untuk masyarakat Tangsel ini. 

Menurut Benyamin, hunia yang layak akan berkesinambungan dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Dalam kesempata itu, Benyamin menyampaikan peneria bantuan bedah rumah tersebut harus milik tanah sendiri, bukan atas nama orang lain maupun PT tertentu. Sebab, hal itu dilarang secara aturan hukum.

"Tahun depan mudah-mudahan bisa 600 rumah kita perbaiki, doakan saja semuanya lancar ya," tutupnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

KOTA TANGERANG
Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12

Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill