MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TANGERANGNEWS.com- Kasus pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) oleh seniornya menuai berbagai reaksi, termasuk dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kepala Deputi bidang Pemenuhan Hak Anak Kementrian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, pembullyan terjadi karena banyak faktor, tak terkecuali peran pola asuh orang tua.
Menurutnya, anak cenderung meniru kebiasaan dan perilaku dari anggota keluarga tanpa memandang hal itu baik atau buruk.
"Masalah itu (perundungan) bisa timbul dari masalah pengasuhan dalam keluarga," ucapnya dikutip dari kompas.com, Kamis, 21 Februari 2024.
Selain itu, ia juga menyoroti peran guru dalam menerapkan kedisiplinan dan contoh baik kepada anak. Sebab, anak sebagian besar menghabiskan waktunya di rumah, sekolah dan lingkungan tempat bermainnya.
"Kekerasan pada anak bisa terjadi bilamana orang tua salah mengasuh, dan guru tidak memberi contoh yang baik kepada anak didiknya," katanya.
Seperti diketahui, terjadi pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangsel oleh beberapa seniornya yang tergabung dalam kelompok "Geng Tai".
Menurut informasi, korban menerima kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, disundut rokok hingga sempat dirawat di rumah sakit.
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Suasana kawasan pemukiman padat penduduk di sekitar Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mendadak mencekam pada Minggu pagi, 26 Juli 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews