Connect With Us

Kementerian PPPA Sebut Pembullyan Terjadi Karena Salah Pola Asuh Orang Tua

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 22 Februari 2024 | 08:44

Anak Vincent Rompies Diduga terlibat pembullyan di BSD Tangsel (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Kasus pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) oleh seniornya menuai berbagai reaksi, termasuk dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kepala Deputi bidang Pemenuhan Hak Anak Kementrian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, pembullyan terjadi karena banyak faktor, tak terkecuali peran pola asuh orang tua.

Menurutnya, anak cenderung meniru kebiasaan dan perilaku dari anggota keluarga tanpa memandang hal itu baik atau buruk.

"Masalah itu (perundungan) bisa timbul dari masalah pengasuhan dalam keluarga," ucapnya dikutip dari kompas.com, Kamis, 21 Februari 2024.

Selain itu, ia juga menyoroti peran guru dalam menerapkan kedisiplinan dan contoh baik kepada anak. Sebab, anak sebagian besar menghabiskan waktunya di rumah, sekolah dan lingkungan tempat bermainnya.

"Kekerasan pada anak bisa terjadi bilamana orang tua salah mengasuh, dan guru tidak memberi contoh yang baik kepada anak didiknya," katanya.

Seperti diketahui, terjadi pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangsel oleh beberapa seniornya yang tergabung dalam kelompok "Geng Tai".

Menurut informasi, korban menerima kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, disundut rokok hingga sempat dirawat di rumah sakit.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill