Kabar Gembira! Banten Segera Gratiskan Madrasah Aliyah Swasta
Senin, 2 Februari 2026 | 20:39
Setelah biaya pendidikan tingkat SMA digratiskan di Banten, kini jenjang Madrasah Aliyah (MA) Swasta segera menyusul.
TANGERANGNEWS.com- Kasus pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) oleh seniornya menuai berbagai reaksi, termasuk dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kepala Deputi bidang Pemenuhan Hak Anak Kementrian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, pembullyan terjadi karena banyak faktor, tak terkecuali peran pola asuh orang tua.
Menurutnya, anak cenderung meniru kebiasaan dan perilaku dari anggota keluarga tanpa memandang hal itu baik atau buruk.
"Masalah itu (perundungan) bisa timbul dari masalah pengasuhan dalam keluarga," ucapnya dikutip dari kompas.com, Kamis, 21 Februari 2024.
Selain itu, ia juga menyoroti peran guru dalam menerapkan kedisiplinan dan contoh baik kepada anak. Sebab, anak sebagian besar menghabiskan waktunya di rumah, sekolah dan lingkungan tempat bermainnya.
"Kekerasan pada anak bisa terjadi bilamana orang tua salah mengasuh, dan guru tidak memberi contoh yang baik kepada anak didiknya," katanya.
Seperti diketahui, terjadi pembullyan terhadap seorang siswa SMA Binus Serpong Tangsel oleh beberapa seniornya yang tergabung dalam kelompok "Geng Tai".
Menurut informasi, korban menerima kekerasan fisik, seperti dipukul, dicekik, disundut rokok hingga sempat dirawat di rumah sakit.
Setelah biaya pendidikan tingkat SMA digratiskan di Banten, kini jenjang Madrasah Aliyah (MA) Swasta segera menyusul.
TODAY TAGKota Tangerang baru saja kedatangan primadona baru di dunia kuliner dan buah tangan. Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) hadir sebagai ikon oleh-oleh yang lahir dari semangat edukasi dan kewirausahaan anak muda.
Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews