Connect With Us

Begini Kelanjutan Proyek MRT Tembus ke Tangsel, Keseriusan Pemda Dipertanyakan 

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 8 Juni 2024 | 12:24

Ilustrasi MRT. (@TangerangNews / Dok : Pemprov DKI)

TANGERANGNEWS.com- Proyek MRT Jakarta yang akan diperluas hingga Tangerang Selatan terus menjadi perhatian, hingga akhirnya diberi tanggapan pihak-pihak terkait.

Salah satunya juru bicara Kemenhub Adita Irawati menyatakan, proyek ini dapat dilanjutkan asalkan pemerintah daerah terlibat dan mampu berkontribusi. 

Menurut Adita, MRT membutuhkan partisipasi dari pemerintah daerah, seperti halnya DKI Jakarta yang ikut dalam pendanaan. "Sekarang harus dilihat, Tangerang, dalam hal ini Banten atau Tangsel ada kemampuan itu atau tidak? Jadi itu harus ada, karena ketentuannya demikian, sama seperti MRT Jakarta, DKI juga dalam ini kontribusi, tergantung daerah," ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu, 8 Juni 2024.

Dijelaskannya, Ppndanaan menjadi faktor kunci apakah proyek ini dapat berlanjut. Adita menekankan bahwa tidak mungkin semua biaya ditanggung oleh pemerintah pusat; perlu ada kerja sama dengan pemerintah daerah. 

Terlebih, Pendanaan MRT tidaklah kecil, sehingga harus ada komitmen dari daerah untuk turut mencari pendanaan.

Sebagai gambaran, pembangunan MRT Jakarta fase 1 memerlukan biaya sebesar Rp16 triliun dengan 13 stasiun dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. 

Fase 2, yang dimulai pada 2022 dan diperkirakan selesai pada 2029, membutuhkan dana Rp25,3 triliun. Oleh karena itu, perlu pendanaan tambahan selain dari pemerintah pusat.

Adita menambahkan, jika pemerintah daerah dapat memenuhi ketentuan dan menunjukkan komitmen yang serius, Kemenhub akan melanjutkan proyek tersebut. 

"Kita pasti tindaklanjuti kalau memang ada kesanggupan dan ada komitmen," katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga memberikan tanggapan terkait kelanjutan proyek ini. 

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo mengungkapkan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis dan belum mencapai tahap kebijakan. 

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub sebelumnya telah melakukan kajian rute MRT Jakarta yang akan diperpanjang hingga Tangerang Selatan. 

Perpanjangan rute ini akan dimulai dari stasiun terakhir MRT Jakarta di Lebak Bulus hingga Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Berikut rute MRT Jakarta yang diperpanjang hingga Tangerang Selatan.

- Lebak Bulus

- Stasiun UMJ

- Stasiun UIN Syarif Hidayatullah

- Stasiun Pasar Ciputat

- Stasiun Pustekkom

- Stasiun Pondok Cabe

- Stasiun Pamulang Barat

- Stasiun Pondok Benda

- Stasiun Babakan

- Stasiun Puspitek

- Stasiun Rawa Buntu

- Tangerang Kota

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill