Connect With Us

Diterjang Angin Kencang dan Pohon Tumbang, 6 Rumah Rusak di Ciputat Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 4 Agustus 2024 | 22:09

Warga memotong pohon tumbang yang menimpa rumah di Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu 3 Juli 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Angin kencang beserta pohon tumbang yang melanda wilayah Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu 3 Agustus 2024, sore, mengakibatkan enam unit rumah rusak.

Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan enam rumah yang rusak tersebut berlokasi di Jalan Cendrawasih 5, RT07/02, Kelurahan Sawah Baru dan di Jalan Suka Damai, RT05/04, Kelurahan Serua Indah.

"Di Sawah Baru, dua rumah tertimpa pohon tumbang, atapnya rusak ringan. Sedangkan di Serua Indah, ada empat rumah rusak sedang diterjang angin kencang," katanya, Minggu 4 Juli 2024.

Staf Pelaksana Pusat Data dan Informasi BPBD Kota Tangsel Sutrisno menjelaskan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja sebanyak 11 kepala keluarga yang menghuni rumah tersebut terdampak.

"Warga mengalami kerugian materil yang mengakibatkan mereka mengungsi di tempat saudaranya. Saat ini, Satgas BPBD Kota Tangsel telah mengevakuasi reruntuhan atap serta pohon tumbang," ujarnya.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill