Connect With Us

Dugaan Korupsi Pengelolaan Sampah Rp75 Miliar di Tangsel, LBH Keadilan Desak Usut Pejabat Tinggi

Yanto | Kamis, 6 Februari 2025 | 16:04

Pengamat Kebijakan Publik dan Hukum serta Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten tengah menyelidiki dugaan korupsi pengelolaan sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) senilai Rp75 miliar.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan mendesak aparat hukum untuk tidak hanya menyeret pejabat pelaksana, tetapi juga mengusut keterlibatan pejabat tinggi di Tangsel.

Kasus ini bermula dari temuan pembuangan sampah liar di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, pada bulan Mei 2024.

Warga yang geram dengan kondisi tersebut melakukan aksi protes hingga memicu penyelidikan lebih lanjut. 

Hasil investigasi mengungkap sampah tersebut berasal dari Kota Tangsel dan seharusnya dikelola oleh PT Ella Pratama Prakasa sesuai kontrak yang telah disepakati.

Menurut Plh Asisten Kejati Banten Aditya Rakatama, PT Ella Pratama Prakasa mendapatkan anggaran Rp50 miliar untuk jasa pengangkutan sampah dan Rp25 miliar untuk kegiatan pengelolaan sampah berbasis 3R (reuse, reduce, recycle).

Namun, perusahaan tersebut diduga tidak menjalankan tugasnya sesuai kontrak, sehingga sampah yang seharusnya dikelola dengan baik justru dibuang sembarangan.

LBH Keadilan mengapresiasi langkah Kejati Banten dalam mengungkap kasus ini, tetapi menegaskan penyelidikan harus menyentuh semua pihak yang bertanggung jawab.

Ketua Pengurus LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie menekankan kasus ini tidak mungkin hanya melibatkan pejabat rendah atau ASN biasa.

"Kami yakin, mengusut kasus ini tidak sulit jika ada kemauan. Jangan hanya menyeret pejabat kecil atau panitia pengadaan, tetapi juga pejabat tinggi di Kota Tangsel yang terlibat," tegasnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KOTA TANGERANG
Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:16

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill