Connect With Us

Polres Tangsel Dikritik Lamban Tangani Kasus Pencabulan Anak Tiri, Pengamat: Jangan Tunggu Korban Makin Parah

Yanto | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:42

Pengamat Politik Fernando Emas. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap remaja berinisial A, 15, oleh ayah tirinya yang viral setelah pengakuan korban di podcast Denny Sumargo menuai kritik keras.

Pengamat Hukum Fernando Emas menilai Polres Tangsel tidak tanggap dan lamban dalam menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh ibu korban, Wulandari Julianti, 34.

Menurut Fernando, waktu penanganan laporan pelecehan seksual idealnya tidak boleh sampai berbulan-bulan.

Kecepatan aparat hukum sangat krusial, terutama dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak, agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan.

"Harus lebih cepat lebih baik. Petugas di penyidik atau unit PPA harus segera menindaklanjuti untuk datangi TKP, tidak menunggu besok atau besok lusa, karena kalau menunggu korban akan lebih parah," tegas Fernando Emas kepada TangerangNews, Sabtu 11 Oktober 2025.

 

Kinerja Polisi Jadi Sorotan

Kritik tajam diarahkan pada dugaan ketidakproaktifan polisi. Fernando mempertanyakan mengapa aparat penegak hukum seolah baru bergerak cepat setelah kasus tersebut meledak dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

"Apa viral dulu kemudian cepat gerakannya? Ini juga menjadi pelajaran bagi kepolisian di tempat-tempat yang lain. Apa pun kasusnya, siapa pun pelapornya itu perlakuannya sama di muka hukum," ungkapnya.

Fernando mengingatkan bahwa Polri dibiayai negara dan diberi kewenangan untuk penegakan hukum tanpa pilih-pilih pekerjaan.

Ia menekankan bahwa keberanian luar biasa korban untuk bersuara tidak boleh disia-siakan dengan tindak lanjut yang tidak serius.

Guna menjamin proses hukum berjalan cepat dan barang bukti tidak hilang, Fernando Emas bahkan menyarankan agar kasus ini segera diambil alih oleh Polda Metro Jaya.

"Kasus kekerasan seksual terhadap anak, kecepatan dan kepekaan aparat hukum sangatlah penting agar korban tidak mengalami trauma berlarut-larut. Kalau bisa kasus ini, segera di ambil oleh Polda Metro Jaya," tegasnya.

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh pengakuan A, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, yang menceritakan pengalaman pahitnya menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya dalam sebuah episode podcast bersama Denny Sumargo. Cerita tersebut langsung viral dan menuai simpati serta kemarahan dari netizen.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Jumat, 24 April 2026 | 21:14

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mengamankan secara fisik lahan aset negara berupa eks SDN Rawa Bokor seluas 1.580 meter persegi dalam operasi eksekusi yang dilakukan pada Jumat sore 24 April 2016).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill