Pembunuhan Wanita di Pasar Kemis Direkayasa Jadi Bunuh Diri, Terungkap Gegara Isi Chat
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:40
Jajaran Polresta Tangerang berhasil membongkar skenario licik di balik kematian seorang wanita berinisial R, 29.
TANGERANGNEWS.com- Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia, Google menampilkan wajah sang maestro musik campur sari, Didi Kempot, Minggu 26 Februari 2023.
Google beralasan menampilkan wajah sang musisi berjuluk“Godfather of Broken Heart“ lantaran bertepatan dengan tanggal saat Didi kempot meraih penghargaan Billboard Indonesia Lifetime Achievement Award.
“Seorang ahli musik campursari Jawa, Didi Kempot menulis lebih dari 700 lagu sepanjang kariernya yang produktif. Pada hari ini di tahun 2020, dia menerima Billboard Indonesia Lifetime Achievement Award,” tulis Google melalui keterangannya.
Penyanyi bernama asli Didik Prasetyo itu lahir pada Desember 1966 dari keluarga berdarah seniman. Ayah dan kakaknya merupakan seorang komedian, sementara ibunya seorang musisi tradisional Jawa seperti dilansir dari suarasurabaya.net.
Nama "Kempot" yang menjadi nama panggungnya ia dapatkan saat masih berusia 18 tahun. Ketika itu, ia bersama kawan-kawannya membentuk band jalanan bernama Kelompok Pengamen Trotoar atau disingkat Kempot, untuk mencari pundi-pundi rupiah.
Meski begitu, Didi tidak menyerah dengan mimpinya untuk berkarir sebagai seniman profesional. Di sela-sela waktu aktivitasnya, Didi rajin untuk merekam lagu-lagunya di kaset kosong, namun sebagian besar kaset rekaman yang ia kirimkan belum dapat menembus dapur rekaman.
Titik balik sang penyanyi kelas dunia ini terjadi pada 1989. Didi menjalin kontrak bersama label musik dengan single hits "Cidro" yang mampu menembus pasar internasional lantaran populer di Belanda dan Suriname.
Akibat kerja kerasnya selama ini, musisi yang kerap tampil dengan pakaian tradisional khas Jawa ini diterima oleh seluruh kalangan baik tua maupun muda. Terbukti dengan lagu-lagunya yang bernuansa romantis masih terus dilantunkan meski Didi Kempot sudah berpulang pada 5 Mei 2020 silam.
Jajaran Polresta Tangerang berhasil membongkar skenario licik di balik kematian seorang wanita berinisial R, 29.
TODAY TAGPerhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews