Connect With Us

Cegah Serangan Hacker, Ini Langkah Keamanan Siber Mandiri

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 25 Juni 2024 | 16:16

Ilustrasi Hacker. (@tangerangnews 2017 / Denny Bagoes Irawan)

TANGERANGNEWS.com-Serangan hacker terhadap server Pusat Data Nasional (PDN) membuat geger Indonesia. Insiden ini menjadi alarm bagi setiap individu dan organisasi di tanah air untuk lebih memperkuat ketahanan sibernya.

Menurut hasil deteksi AwanPintar.id® selama bulan Juni 2024, serangan yang masuk ke Indonesia telah mencapai 13.689.929,37 serangan per detektor.

Sehubungan dengan maraknya serangan siber, IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan kewaspadaan siber nasional perlu kembali ditingkatkan, dengan terus menguatkan infrastruktur jaringan nasional dan lanskap keamanan siber secara menyeluruh di Indonesia.

"Setiap individu, organisasi, dan perusahaan harus terus membekali dirinya dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memahami risiko siber, dampaknya dari serangan siber dan cara terbaik untuk menghindari risiko tersebut," katanya.

Menurutnya setiap individu dan organisasi/perusahaan perlu membangun keamanan siber mandiri, sebagai bagian dari upaya kolektif untuk membangun kesadaran dan ketahanan siber.

"Kita perlu ingat, bahwa serangan siber tidak pernah pandang bulu, siapa saja bisa menjadi target mereka selanjutnya," terang Yudhi.

Berikut adalah langkah-langkah keamanan mandiri yang dapat diterapkan dan diaplikasikan oleh individu maupun perusahaan untuk memperkuat ketahanan lingkungan sibernya:

 

1.     Pastikan Antivirus pada perangkat server AKTIF, terproteksi (PASSWORD), dan sudah UPDATE & UPGRADE.

2.     Pastikan filter/scan traffic port yang digunakan dari exploitasi malware dari TA (threat actor).

3.     Pastikan tidak ada aplikasi remote jaringan saat akhir pekan seperti anydesk/teamviewer/VNC, putty/Rlogin/ssh/telnet, VPN.

4.     Pastikan tidak ada port remote yang terkoneksi ke internet (3389, 4899, 5900, 5938, 8883, 22, 23, 9200).

5.     Pastikan tidak ada port database yang terkoneksi ke internet (1433, 3306, 1521, 5432, 3050, 5984).

6.     Pastikan tidak ada port sharing yang terkoneksi ke internet (137-139, 445).

7.     Pastikan untuk menutup celah keamanan pada OS, aplikasi dan perangkat yang terhubung internet.

8.     Pastikan melakukan scanning terhadap semua lalu lintas file yang masuk.

9.     Pastikan melakukan scanning terhadap semua lalu lintas email yang masuk (spam, phising, attachment).

10.  Pastikan melakukan patching terkait CVE pada sistem operasi atau aplikasi yang digunakan.

TANGSEL
Uang Palsu Rp36 Miliar Kualitas Tinggi Dicetak di Pergudangan Tangsel, Dilengkapi Fasilitas Canggih

Uang Palsu Rp36 Miliar Kualitas Tinggi Dicetak di Pergudangan Tangsel, Dilengkapi Fasilitas Canggih

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:59

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar sindikat produksi uang palsu di kawasan Pergudangan Industri Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Indonesia Dibidik Jadi Terbesar Dunia

PLN Targetkan Kapasitas Panas Bumi 7,9 GW pada 2033, Indonesia Dibidik Jadi Terbesar Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:44

PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi atau geotermal nasional dari 2,8 gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill