Connect With Us

Traveling membuat Anda lebih produktif

FER | Jumat, 20 Mei 2016 | 08:24

Pantai Tanjung Lesung (Dira Derby / TangerangNews)

 

Traveling saat Anda sedang stres, tertekan, dan bosan dengan pekerjaan. Penelitian membuktikan, orang yang melakukan kurang dari tiga liburan per tahun sulit untuk mencapai target dalam pekerjaan.

Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 971 pekerja di Amerika Serikat oleh U.S. Travel Association pada Oktober 2013, orang yang tidak memanfaatkan cuti untuk liburan ternyata memiliki produktivitas dan moral rendah, dan masalah kesehatan.

Sayangnya, studi yang sama menunjukkan 34 persen pekerja mengaku tidak didukung untuk mengambil cuti oleh atasan mereka. Selain itu 17 persen manajer yang disurvei menganggap karyawan yang mengambil cuti untuk traveling sebagai karyawan yang kurang berdedikasi. 

Jika dibandingkan dengan Eropa, negara-negara Asia cenderung pelit cuti. Di Eropa, jatah cuti wajib rata-rata mencapai 20 hari dalam setahun. Di Prancis bahkan 25 hari, dan Finlandia mencapai 38 hari. 

Banyaknya cuti terkesan membuat mereka malas, namun kenyataannya justru meningkatkan produktivitas.

 

NASIONAL
Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Senin, 4 Mei 2026 | 11:52

Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.

PROPERTI
Kuliner dan Lifestyle Dominasi Bisnis di Gading Serpong 

Kuliner dan Lifestyle Dominasi Bisnis di Gading Serpong 

Senin, 4 Mei 2026 | 07:13

Perkembangan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong kini semakin menunjukkan satu pola yang jelas. Bisnis food & beverage (F&B) dan lifestyle menjadi pemain utama yang mendominasi dan menghidupkan kawasan tersebut.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill