Connect With Us

Pesona Flying Deck Cisadane Tangerang

Redaksi | Senin, 25 Januari 2021 | 11:42

Wisata Flying Deck Cisadane. (Istimewa / Anita Puspita Sari)

 

Oleh: Anita Puspita Sari, Mahasiswi Jurnalistik UNIS Tangerang

 

​Sungai Cisadane merupakan sungai terbesar yang berada di Kota Tangerang. Pada zaman dahulu Sungai Cisadane dijadikan sebagai alat transportasi perdagangan dari berbagai daerah dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

 

Sungai identik dengan pemukiman kumuh, karena banyak dipenuhi oleh tumpukan sampah. Tetapi saat ini tampak berbeda, seiring berjalannya waktu Sungai Cisadane menjadi lebih cantik dan indah.

 

Sehingga setiap satu tahun sekali diadakan Festival Cisadane yang merupakan salah satu bentuk perayaan pechun dari orang-orang Tionghoa yang bermukim di wilayah Tangerang.

 

Selain itu juga banyak beberapa tempat mempesona yang berada di bantaran Sungai Cisadane, salah satunya adalah Flying Deck Cisadane.

 

​Flying Deck Cisadane merupakan jalan setapak yang berada di Jalan Kali Pasir, Babakan, Kota Tangerang, yang dibangun oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Tangerang pada tahun 2016.

Flying Deck yang ada sampai saat ini memiliki suasana yang asri, bersih dan nyaman dengan terdapat jembatan yang beralaskan kayu dan pinggiran besi berwarna biru, serta memiliki panjang mencapai 142 meter dan lebar 3 meter.

 

Jembatan ini selain berfungsi untuk melintas tepat di atas tepi sungai, juga berfungsi sebagai tempat untuk berfoto-foto.

​Flying Deck Cisadane adalah salah satu objek wisata Kota Tangerang yang menarik untuk dikunjungi. 

 

Dengan pemandangan pinggir Sungai Cisadane dan dikelilingi pepohonan yang membuat sejuk, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berkunjung ke Flying Deck Cisadane untuk nongkrong, bersantai, dan menikmati suasana sekitar.

 

Selain itu, Flying Deck juga memiliki fasilitas yang memadai, seperti tempat sampah untuk tetap menjaga kebersihan, tempat duduk untuk bersantai, dan juga tempat charger yang semakin memudahkan masyarakat ketika berkunjung dan kehabisan baterai.

​“Saya kesini buat ngajak main anak karena enak sore-sore suasananya sejuk dan sepi juga karena lagi pandemi kaya gini, jadi bebas juga bisa sambil foto-foto," ujar Ida pengunjung Flying Deck, Senin (25/1/2021).

 

​Flying Deck Cisadane yang merupakan fasilitas umum dan tidak di pungut biaya ini membuat masyarakat semakin banyak yang minat untuk berkunjung.

Maka jika berkunjung masyarakat harus bisa menjaga kebersihan yang ada, agar Flying Deck ini tetap menjadi objek wisata yang mempesona.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

KOTA TANGERANG
2 Mahasiswa Asal Tangerang Terciduk dalam Penggerebekan Markas Judol di Vila Cianjur

2 Mahasiswa Asal Tangerang Terciduk dalam Penggerebekan Markas Judol di Vila Cianjur

Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:32

Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur, membongkar markas pengoperasian judi online (judol) terselubung yang berlokasi di sebuah vila di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Kamis 15 Oktober 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill