Connect With Us

Jalan Menuju Tempat Kuliner di Tangsel Ini Mengerikan

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 10 Desember 2022 | 13:07

Pemakaman jadi akses menuju Warung Makan Tuman BSD di Jalan Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (@TangerangNews / Istimewa)

Oleh: Allya Nur Salwa, Mahasiswi Magang Universitas Muhammadiyah Tangerang

TANGERANGNEWS.com-Di antara jajaran kuliner di Tangerang yang ramai pengunjung, ada salah satu kuliner rumah makan unik karena akses menuju tempatnya yang mengerikan atau tak lazim.

Bagaimana tidak, untuk menuju rumah makan ini, pengunjung harus melewati gang-gang kecil dan kuburan.

Tempat kuliner bernama Warung Makan Tuman BSD ini, berlokasi di Jalan Ciater Tengah, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Warung Tuman BSD berawal dari pindahan tempat lama dari si pemilik yang sebelumnya menumpang di rumah saudaranya. Lalu, mencari lokasi baru untuk dapat menampung lebih banyak pengunjung, seperti dikutip dari Detikcom, Sabtu 10 Desember 2022. 

Pemilik warung makan Tuman BSD Eko mengungkapkan, awalnya ia ditentang sang istri lantaran pemilihan lokasi yang dekat dengan makam.

"Ya dipertanyakan mencari tempat kok dekat, nanti siapa yang mau datang. Orang-orang sini juga ngetawain saya, aneh katanya bikin warung dekat kuburan," ujar Eko.

Saat awal didirikan, lokasi tersebut memang sepi dan tidak ada orang lewat. Hanya sejumlah orang yang memang sengaja datang untuk berziarah.

Bukan tanpa perhitungan, Eko telah memastikan terdapat rute mobil untuk mengakses lokasi warung makannya itu.

Selain itu menurutnya, untuk menuju warung makan miliknya cukup menantang adrenalin dan seru sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Hal itu pun dimanfaatkan warga sekitar dengan membuka usaha lahan parkir. Tetapi untuk urusan tersebut, Eko tidak ikut campur dan menyerahkan sepenuhnya kepada para warga.

Eko mengaku, ia memang sengaja mengusung tema tradisional seperti di pekarangan atau kebun yang penuh dengan pepohonan dan bambu.

Alasannya, ia menyukai pepohonan yang asri dan sejuk, sehingga meninggalkan kesan autentik. Dari hal itu ia memutuskan menyulap lokasi tersebut menjadi warung makan. 

Meski berkonsep natural dan apa adanya, Eko tetap memastikan untuk menjaga kebersihan dan kerapihan warung makannya agar para pengunjung tetap nyaman.

"Kata tuman saya ambil dari Bahasa Jawa semacam harapan saya, bahwa orang yang datang itu kemudian datang lagi- datang lagi akhirnya tuman (ketagihan).Aakses menuju warung ini ada tiga rute mobil, tidak hanya satu, untuk memudahkan pelanggan datang," ujar Eko.

Uniknya, walaupun memiliki nama dengan unsur bahasa Jawa, Warung Tuman menyediakan berbagai macam menu bernuansa Minang yang berasal dari resep keluarga istrinya. Di antaranya seperti Ikan Nila Calabatuik, Peri Asap Dendeng Batokok, dan Telur Dadar Gaek.

Warung makan Tuman buka Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB, sementara di hari Senin libur.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KOTA TANGERANG
Trotoar Dikuasai PKL? Begini Cara Lapor ke Satpol PP Kota Tangerang

Trotoar Dikuasai PKL? Begini Cara Lapor ke Satpol PP Kota Tangerang

Senin, 27 Juli 2026 | 18:09

Bagi masyarakat Kota Tangerang yang merasa terganggu oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan hingga mencaplok fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, taman, maupun ruang publik lainnya, dapat melaporkannya langsung ke Satpol PP.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill