Connect With Us

Kuliner Legendaris di Kota Tangerang, Sudah Ada Sejak Abad ke-17

Fahrul Dwi Putra | Senin, 19 Februari 2024 | 08:59

Lim Bun Tin bersama istri dan anaknya mengelola kedai es Bun Tin di Pasar Lama, Kota Tangerang, selama 42 tahun sejak 1980 (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kota Tangerang merupakan wilayah yang menyimpan banyak sejarah, baik melalui budaya maupun kuliner sekalipun.

Misalnya saja es serut, kuliner yang menyebar di Kawasan Pecinan Tangerang ini disebut sudah ada sejak abad ke-17, sebelum Kota Tangerang dikenal sebagai pusat kuliner.

Salah satunya yang masih menjajakan es serut ialah kedai Es Buntin, terletak sekitar lima meter di sisi kanan Klenteng Boen Tek Bio.

Penamaan Es Bunting sebenarnya diambil dari nama pemiliknya, yakni Lim Bun Tin. Namun, karena saking legendarisnya lama kelamaan seolah menjadi nama khas dari kuliner es serut Tangerang tersebut.

Dalam penyajiannya, Es Buntin dibentuk mirip Kakigori asal Jepang, yakni kerucut dan menjulang serta ditambah toping sirup.

Untuk satu porsinya, Es Buntin dihargai sekitar Rp12 ribu hingga Rp30 ribu untuk es durian.

Terdapat berbagai pilihan toping, di antaranya alpukat, kelapa, cincau, pacar cina, cendol dan jelly.

Selain itu, Bun Tin menawarkan menu bertajuk es putsal akronim dari putri salju dan ada juga es bumi hangus.

Es putsal diracik dari berbagai isian warna putih. Pokoknya serba putih. Ada lychee, kelapa, nata de coco, buah atep, dan jelly putih. 

Sedangkan, es bumi hangus hitam berwarna serba hitam. Isiannya seperti plum, kurma, cincau, dan jelly hitam.

TANGSEL
Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:11

Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill