Connect With Us

Lagi, Suami Bunuh Istri di Batuceper

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Februari 2010 | 17:25

Jenazah Mulyani di ruang jenazah RSUD Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / dado)


TANGERANGNEWS.com-Kekerasan dalam rumah tangga hingga membunuh terus terjadi di Tangerang. Motif pembunuhan pun sama saja, yakni cemburu. Haraya,37, tewas ditangan suaminya Anton,40 lantaran terus diminta cerai.

Anton pun akhirnya mencurigai jika Haraya telah mempersiapkan penggantinya. Warga Gang Apmera, RT 3/1, Kelurahan poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang itu pada Sabtu (6/2) malam tewas dengan dua luka tusukan benda tajam dibagian perut sebelah kiri dan dada sebelah kanan.
 
Sementara sang suami berhasil melarikan diri. Istri Anton adalah seorang guru, di SD Melati Poris Gaga. Lebih dari 15 tahun, pasangan ini mendapat tiga orang anak.  Peristiwa pembunuhan ini sendiri terjadi saat korban bersama dengan suaminya tengah berada rumah. Berdasarkan pengakuan sepupu Haraya, Amsori. Pasangan suami istri ini memang sering ribut. Tetapi berdasarkan sepengetahuannya tidak pernah sampai terjadi baku hantam. Dirinya mengakui melihat Anton masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumah. Sedangkan anak-anaknya tidak diperkenankan masuk, dan mereka menunggu diluar.
 
Tiba-tiba ada suara kesakitan, dan warga bersama anak-anak Haraya pun akihirnya mendobrak pintu kediaman Haraya. Setelah pintu terbuka, warga pun dikagetkan dengan banyaknya darah ditubuh Haraya. Sementara Anton tidak diketahui keberadaannya. “Dia melarikan diri dari pintu belakang rumah,” ujar Amsori.

Amsori lalu bergegas membawa korban ke Klinik Sefi Samba Medika . Sayangnya, korban yang banyak kehabisan darah tak tertolong lagi. Menurut keterangan anak kedua korban, Yusur Frandani, 14, dirinya tak menduga kalau ayahnya melakukan perbuatan tersebut. Ia mengakui, kalau keduanya sering bertengkar karena sang ayah selalu mecurigai istrinya punya pria idaman “Ibu memang sering meminta cerai kepada bapak,” tegasnya.
.
Sementara itu, hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus ini. Petugas pun dikerahkan untuk memburu pelaku.  “Kasusnya masih kita dalami, kita masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang sudah kita ketahui identitasnya. Kita juga sedang memeriksa saksi-saksi,” terang Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Arie Ardian Rishadi.
 
Sebelumnya pada Jumat 5 Februari 2010 lalu, Ali,50, warga RT08/02 Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang tega menusuk muka istrinya dengan besi hingga tewas, di kediamannya.

Menurut tetangga Ali, yakni Kasmira diduga kuat suaminya cemburu karena ketika membuka pesan dari telepon genggam istrinya Mulyani,42, terdapat pesan singkat dengan tulisan mesra."Saat itu lah terjadi keributan keluarga itu yang berujung ditusuk istrinya," ujar Kasmira, di RSUD Kabupaten Tangerang.  (RAZ/DRA)
 

 

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill