Connect With Us

Sengketa Lahan Alam Sutera, FPI Bentrok dengan Satpam

| Kamis, 6 Juni 2013 | 20:04

| Dibaca : 659

Bentrok Alam Sutera (tangerangnews / rangga)



TANGERANG-Ribuan massa ormas Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan satpam serta orang berbadan tegap dari pengembang elite Alam Sutera, Serpong, Kota Tangsel pada  Kamis (6/6).

Hal ini dipicu sengketa lahan Alam Sutera di Kampung Paku Alam, Kecamatan Serpong, Tangsel.

Bentrokan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Ribuan masa FPI dengan membawa kayu dan bambu hendak mempertahankan tanah milik warga seluas 2,5 hektare yang dituding diserobot oleh pengembang Alam Sutera.

Awalnya polisi yang dibantu puluhan satpam Alam Sutera hendak membubarkan massa, namun mereka mendapat perlawanan.

Kedua kubu pun saling lempar batu hingga bentrokan terjadi. Polisi pun akhirnya beberapa kali menembakkan gas air mata.

Ketua FPI Kabupaten Tangerang Habib Muh mengatakan, pihaknya ingin membela warga pemilik tanah yang diserobot pihak Alam Sutera.

Menurutnya, pemilik tanah punya sertifikat dan tidak pernah dijual, namun tiba-tiba saja dibangun oleh pengembang.

"Kita turun untuk membantu warga yang dizolomi pengusaha Alam Sutera. Mereka tidak punya modal, jadi tidak bisa menyewa pengacara. Kita minta sengketa tanah disurus secara adil melalui jalur hukum," katanya.

Habib Muh juga tidak ingin bentrokan terjadi dan menyelesaikan permasalahan dengan cara baik-baik. Namun dia menuding Alam Sutera menggunakan cara premanisme.

"Mereka dibekingi preman, jadi kita lawan. Kalau tidak diselesaikan secara hukum, kita akan kerahkan masa lebih besar lagi sekitar 5000 orang," tukasnya.

Ribuan masa ini sempat membubarkan diri setelah berunding dengan polisi. Namun bentrokan kembali terjadi. Satu satpam dikabarkan terluka di bagian kepala akibat bentrokan itu. Sementara enam anggota ormas FPI diamankan polisi. (RAZ/DRA)

NASIONAL
4 Sandera Abu Sayyaf Mengaku disiksa selama di Filipina

4 Sandera Abu Sayyaf Mengaku disiksa selama di Filipina

Minggu, 25 September 2016 | 00:06

TANGERANGNews.com-Empat orang warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina mengaku telah disiksa di sana.

OPINI
Kualitas Tidur yang Buruk Pengaruhi Remaja Risiko Kecanduan Alkohol

Kualitas Tidur yang Buruk Pengaruhi Remaja Risiko Kecanduan Alkohol

Kamis, 22 September 2016 | 09:11

TANGERANGNews.com-Kualitas tidur sering dikaitkan dengan beragam aspek kesehatan. Beberapa penelitian menyebut kualitas tidur berhubungan dengan gangguan otak dan fungsi memori, risiko diabetes hingga kemungkinan mengidap penyakit jantung.

BANDARA
Penyelundup Narkoba Nekat Suap Petugas Bea Cukai

Penyelundup Narkoba Nekat Suap Petugas Bea Cukai

Senin, 26 September 2016 | 14:00

TANGERANGNews.com-Dua paket dari jasa penitipan barang melalui kargo ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang yang berasal dari Guangzhou, Cina berupa warter purifier berbentuk tabung besi didapati berisi sabu yang total beratnya mencapai 11,5 Kg. Sabu te

TOKOH
Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Rabu, 21 September 2016 | 21:00

TANGERANGNews.com-CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjadi narasumber penting di Jakarta World Forum merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh Global Forum for Media Development (GFMD) yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kelap

"Tidak Mungkin adalah kata yang hanya didapat dalam kamus orang-orang bodoh "

Napoleon Bonaparte