Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tengah mempertimbangkan untuk menutup beberapa kampus swasta yang belum menyelesaikan proses akreditasi.
Di wilayah Banten dan Jawa Barat, terdapat tujuh perguruan tinggi swasta yang akan ditutup jika tak kunjung terakreditasi.
Kepala LLDikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten M. Samsuri menjelaskan, hal ini sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, setiap perguruan tinggi swasta wajib mengajukan akreditasi paling lambat pada 18 Agustus 2024.
"Sebagian besar sedang berproses, masih ada waktu sampai 18 Agustus. Kita melihat ada sekitar tujuh perguruan tinggi sepertinya sudah tidak sanggup lagi untuk menyelesaikan," ujar Samsuri dikutip dari Detik, Rabu, 14 Agustus 2024.
Saat ini, sebagian besar perguruan tinggi di wilayah IV sedang mengurus akreditasi. Namun, masig terdapat tujuh perguruan tinggi yang diperkirakan tidak mampu menyelesaikan proses akreditasi tersebut dan berisiko ditutup.

Meski begitu, LLDikti terus memberikan bantuan kepada ketujuh kampus tersebut. Meski demikian, Samsuri mengamati bahwa upaya dari kampus-kampus ini tampaknya sudah minim.
"Yang tujuh ini kecenderungannya sudah pasrah ya. Kalau ada upaya mempertahankan kita berikan pendampingan. Kita berkali-kali melakukan proses pendampingan untuk meningkatkan mutu dengan sistem penjaminan mutu internal," bebernya.
Adapun untuk mahasiswa yang masih aktif di kampus-kampus yang terancam ditutup, LLDikti berencana memindahkan mereka ke perguruan tinggi lain yang memiliki program studi serupa. Proses pemindahan ini akan mempertimbangkan konversi SKS yang telah ditempuh mahasiswa.
TODAY TAG-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
Petugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah warung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi yang disinyalir kerap menjadi lokasi peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.
Siang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews