Connect With Us

Pasca Delay Parah, Lion Air Kurangi Jumlah Terbang

| Minggu, 22 Februari 2015 | 18:02

Penumpang Lion Air melakukan pemblokiran Jalan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANG-Setelah mengalami delay yang begitu parah sejak beberapa hari terakhir di sejumlah bandara yang ada di Indonesia, kini maskapai Lion Air mengurangi sendiri jadwal terbang mereka.

 

Hal itu setidaknya diketahui dari data yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.  Data tersebut diperoleh dari Officer In Charge (OIC) Terminal 1B, Bandara tersebut.

 

Ternyata maskapai Lion Air mengurangi jumlah penerbangannya ,  dari yang biasanya mencapai 90 penerbangan hingga siang hari, kini baru 40 penerbangan.

“Biasanya penerbangan Lion Air di Terminal 1B siang sudah mencapai 90 penerbangan,” ujar Yusif Indra petugas OIC Bandara Soekarno-Hatta, kepada wartawan, Minggu (22/2).

 

Dia membenarkan Lion Air  memang mengurangi jadwal penerbangan. Namun, dirinya belum dapat menghitung berapa total persisnya. “Hampir semua rute Lion Air terjadi pengurangan penerbangan, tapi tidak ada penumpukan penumpang mungkin sudah diberitahu  dan sejauh ini penerbangan masih normal tidak ada yang delay,” ujarnya.

 

 

Meski begitu, tampak konter tiket maskapai Lion Air masih terlihat tutup. Hanya ada satu petugas keamanan yang berjaga di lokasi.  Sementara menurut Haris  calon penumpang Lion Air mengatakan, dirinya  sudah melakukan konfirmasi via telepon menanyakan kondisi penerbangan Lion Air sebelum berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. “Tadinya saya siap mengembalikan tiket kalau belum berjalan dengan baik . Kalau info jumlah penerbangan pesawat di kurangi saya belum tahu,  tapi mudah-mudahan saja berjalan dengan normal,” harapnya.

 

Haris berharap peristiwa delay seperti yang dialami Lion Air,  tidak terjadi lagi.Karena, kata dia,  hanya merugikan para konsumen saja . “Apalagi tidak ada tindakan atau sanksi yang berarti untuk Lion Air. Padahal sudah sering para penumpang di telantarkan,” ujarnya.

 

 

 

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill