Connect With Us

PT Angkasa Pura II Berangkatkan 10 Avsec Berprestasi ke Singapura

Denny Bagus Irawan | Senin, 18 Januari 2016 | 15:33

Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta saat memeriksa penumpang. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG-Petugas Aviation Security (Avsec) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ternyata tak semua pernah naik pesawat. Padahal mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan kepada para penumpang.  

 

Hal itu diketahui setelah mereka menjalani pelatihan pengayaan komunikasi agar perselisihan  dengan calon penumpang tak kembali terjadi.

 

Karenanya, President Director PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menggagas bagi mereka yang bisa bekerja dengan komunikasi baik akan diterbangkan ke Singapura.

 

“Dari sekitar 1.000 lebih petugas Avsec, ternyata banyak yang belum pernah naik pesawat,” aku Budi, Senin (18/1).  Pengelola bandara akan menerbangkan para petugas Avsec setiap semester sebanyak 10 orang. Upaya itu dilakukan agar para petugas Avsec dapat memperkaya diri dengan menggunakan bahasa dan kalimat yang baik dalam meningkatkan pelayanan.  

 

Sekitar 300 petugas Avsec mendapat giliran untuk menjalani pelatihan pengayaan cara berkomunikasi yang menghadirkan motivator Aqua Dwipayana . “Ironis kan jika mereka yang sehari-hari bertugas di Bandara, tetapi mereka belum pernah naik pesawat. Bandara ini kan laboraturium terbaik komunikasi, berbagai macam orang ada di sini ” tutur Aqua.

 

Budi menyatakan, pentingnya memberikan informasi dan penjelasan kepada para penumpang dengan kalimat yang baik merupakan masalah serius dalam melayani penumpang yang beragam.  Karenanya, target dari pemberian reward yang akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II adalah agar para Avsec memiliki kemampuan berkomunikasi.

 

 “Mereka itu kan face to face dengan penumpang, kalau mereka tegas dianggap menghina, kalau mereka terlalu sopan akan dilunjak, ini kami sebut penting,” jelasnya.

 

Dari ribuan Avsec itu akan diseleksi untuk menjadi trainer sebanyak 5% bagi para rekan-rekannya sendiri.  Kemudian trainer itu akan memberikan masukan mengenai reward kepada para petugas Avsec yang telah menjalani service kepada  penumpang dengan sopan dan santun. Salah seorang petugas Avsec yang ikut dalam pelatihan tersebut, Yasinda Bella mengatakan, dirinya  memang memerlukan pelatihan tersebut agar dapat melayani penumpang yang berasal dari berbagai kalangan.

 

“Saya jadi tahu bahwa harus menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami semua orang, rendah hati dan menjadi pendengar yang baik. Karena memang ini sangat bersetuhan dengan pekerjaan saya,” tuturnya.

 

 Sedangkan soal reward pergi ke Singapura menurutnya itu dapat menjadi motivasi agar dia bisa lebih baik lagi dalam melayani para penumpang.

“Jelas saya kepingin terbang juga dong,” tuntasnya.

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill