Connect With Us

Demo Sopir Taksi, Bandara Soekarno-Hatta Macet

Denny Bagus Irawan | Senin, 14 Maret 2016 | 09:49

Para calo dan pengemudi taksi gelap saat digelandang ke Mapolres Bandara Soekarno-Hatta. (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANG-Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta dibuat ribet dengan aksi demonstrasi pengemudi taksi yang membuat macet akses masuk dan keluar pada pagi hari ini di Bandara tersebut.

 

Kasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol M Salim Margie menyatakan, akibat aksi demo tersebut, ada antrean panjang kendaraaan di Jalan PI dan  P2 Bandara sampai ke terminal. “Kondisi ini  terjadi sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WIB,  ini karena  disebabkan ratusan taksi Bandara yang akan berdemo ke Jakarta. Mereka memperlambat laju kendaraan di  jalan di tol bandara, “ katanya, Senin (14/3/2016).  

 

Pada kilometer 26, 27 dan 28 tol Sedyatmo, para sopir taksi yang berjumlah sekitar 250 kendaraan bergerak lamban dengan beriringan dari Rawa Bokor, Tangerang menuju Istana Merdeka dan kawasan Monas, Jakarta Pusat.  

 

"Jelas ini berdampak pada akses masuk dan keluar terminal I, 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill