Connect With Us

Tipu Wanita dengan Rayuan, 5 WNA Ditangkap Imigrasi Soekarno-Hatta

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 16 Maret 2018 | 16:00

Petugas Imigrasi Soekarno-Hatta berhasil mengungkap kasus jaringan penipuan online dengan mengamankan lima warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Jumat (16/3/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Petugas Imigrasi Soekarno-Hatta berhasil mengungkap kasus jaringan penipuan online yang dilakukan lima warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Jumat (16/3/2018).

Kelima tersangka masing-masing berinisial RCO 33, MIC 32, PK 34, CCE 29, dan FE 34, menipu wanita asing dengan modus mengaku sebagai seorang tentara dan merayu para korbannya.

BACA JUGA:

"Mereka kami tangkap di sebuah Apartemen wilayah Tangerang. Setelahnya kami menyita barang bukti 4 laptop dan ada 7 handphone," ujar Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Enang Syamsi, Jumat (16/3/2018).

Enang menjelaskan, mekanisme penipuan online yang para tersangka lakukan berawal dari berkenalan melalui sosial media dengan wanita, merayu hingga wanita terpana dan jatuh hati kepadanya.

"Ini sebetulnya, mereka berpacaran di dunia maya, mereka mengaku sebagai tentara di Amerika, mereka ngaku banyak uangnya dan bertugas di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), mereka unduh foto sakit, sampai si cewek mengirim sejumlah uang, jadi penipu," ungkap Enang.

Sejauh ini, menurut Enang, pihaknya belum mengetahui seberapa banyak korban yang telah ditipu oleh para tersangka. Namun, Enang menyatakan, bahwa para korban berasal dari luar negeri.

"Jumlah korban belum terdeteksi, yang jelas korbannya adalah WNA dan bukan di Indonesia," tutur Enang.

Emang pun menghimbau agar wanita Indonesia jangan terlalu mempercayai atas rayuan gombal terhadap orang asing, meskipun orang asing tersebut terlihat gagah. Sebab, bisa saja memiliki modus yang sama, menipu.

"Kami himbau masyarakat hawa agar tak mudah ke bujuk rayunya dengan orang asing manapun sebab mereka akan memacari wanita tapi tujuannya menipu," paparnya.(RAZ/RGI)

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill