Connect With Us

Mudik Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Tambah 464 Penerbangan

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 29 Mei 2019 | 12:08

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta M Suriawan Wakan. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan 464 extra flight di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam menghadapi angkutan mudik Lebaran 2019. 

"Untuk extra flight, jumlah airline yang meminta kepada kami menambah penerbangannya total diangka 464," kata Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta M Suriawan Wakan, Rabu (29/5/2019).

Wakan menyebutkan kenaikan jumlah penumpang sudah mulai terasa saat memasuki periode angkutan mudik lebaran ini. "Dari data sudah mulai kenaikan penumpang kurang lebih hampir 5 sampai 7 persen," katanya.

Wakan memprediksi bahwa periode angkutan mudik lebaran 2019 ini penumpang bertumbuh hingga 5 persen. "Jadi angkanya 100 sampai 150 ribu penumpang dibanding tahun lalu. Kalau aircraft sendiri kenaikannya 1 sampai 1,5 persen," ucapnya.

Wakan juga mengatakan ada beberapa destinasi wisata dan tujuan mudik yang ramai disambangi oleh penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

"Untuk tujuan favorit itu Joglo Semar masih rute favorit, lalu ada pasar Surabaya, Makasar dan Kualanamu, serta Padang yang memang jadi rute-rute favorit pada saat lebaran," imbuh Wakan.

Seperti diketahui, periode angkutan lebaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berlaku sejak 29 Mei hingga 13 Juni 2019.(RAZ/RGI)

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill