Connect With Us

Ini 7 Mobil di Bandara Soetta Bayar Parkir Ratusan Juta

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 24 April 2020 | 16:22

Adi Ferdian Kapolresta Bandara Soetta Kombes dengan jajaranya sedang melihat mobil yang terparkir di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Jumat (24/4/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengungkap tarif parkir hingga ratusan juta rupiah yang harus dibayar tujuh mobil  di area Bandara Soetta.

Kapolresta Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian menjelaskan mobil tersevut  sudah terparkir lama di terminal 1 dan area parkir inap.

 "Sudah 3 bulan mobil-mobil mewah ini terparkir. Biayanya mulai dari Rp90 juta hingga Rp200 juta lebih," ujarnya dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (24/4/2020).

Mobil yang terparkir ini berjumlah tujuh unit itu dengan yakni Pajero Sport, Honda Freed, Daihatsu Every, BMW, Toyota Corona, Grand Max dan Toyota Avanza. "Jumlahnya ada tujuh unit mobil," katanya.

Kemudian, polisi melakukan penelusuran mobil yang ditinggal di parkiran itu dengan melacak nomor plat mobil, serta melakukan pendalaman informasi berdasarkan  rekaman CCTV. 

"Diantara mobil ini ada terindikasi kasus penggelapan. Ada yang merental tapi tidak dikembalikan kepada pemiliknya. Ini masih kami kembangkan lagi," pungkasnya. (RMI/RAC)

KAB. TANGERANG
Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01

Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026

BISNIS
Atasi Masalah Hama di Rumah dan Tempat Usaha, ecoCare Pest Padukan Konsep P.E.S.T dan Teknologi Modern

Atasi Masalah Hama di Rumah dan Tempat Usaha, ecoCare Pest Padukan Konsep P.E.S.T dan Teknologi Modern

Jumat, 12 Juni 2026 | 13:16

Gangguan hama di rumah maupun area bisnis bukan sekadar mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan serta merusak struktur bangunan.

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20

Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill