Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Dering alarm peringatan membuat heboh penumpang dan kru pesawat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 28 Oktober 2022 pagi. Adapun dering alarm peringatan berbunyi lantaran diduga adanya kepulan asap.
Kepulan asap tersebut muncul dari sekitar area Dapur Wong di area Shopping Arcade Terminal 2. Asap juga masuk ke dalam Lounge Bussines Class Batik Air.
Senior Manager Of Branch Communication & Legal Bandara Soetta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi mengatakan, peristiwa didapati asap di area shopping arcade Terminal 2 itu terjadi sekitar pukul 06.35 WIB.
Baca juga: Kronologi Pesawat Lion Air Gangguan Mesin hingga Putar Balik Kembali di Bandara Soetta
"Tepatnya di sekitar area Dapur Wong," kata Holik.
Pada saat menerima laporan terdapat kepulan asap, kata Holik, petugas terkait langsung terjun ke lokasi. Tidak lama, petugas menanganinya.
"Kondisi saat ini sudah aman dan terkendali," jelasnya.
Lihat juga: Bandara Soekarno Hatta Ditetapkan Tersibuk ke-8 di Dunia, Sehari 535 Penerbangan
Kini, penyebab kepulan asap tersebut masih didalami. "Unit terkait tengah melakukan tindak lanjut di lapangan," pungkas Holik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGKantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang kerap beraksi dengan menggunakan senjata api (senpi) ditangkap saat beraksi di Kota Tangerang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews