Connect With Us

Bea Cukai Soetta Musnahkan Miras hingga HP dan Sex Toys Senilai Rp6,8 Miliar

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 13 September 2022 | 13:51

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta (Soetta) memusnahkan barang terlarang dan pembatasan impor di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Selasa, 13 September 2022. (Bea Cukai Soetta / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Pihak Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta (Soetta) memusnahkan berbagai barang terlarang.

Pemusnahan barang yang dibatasi dalam impor berlangsung di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Selasa, 13 September 2022. 

"Pemusnahan ini dilakukan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi direktorat bea cukai fungsi community protector, yakni melindungi masyarakat dari masuknya barang yang dilarang atau dibatasi impornya," kata Finari Manan, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soetta. 

Petugas memusnahkan 573 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) yang berasal dari berbagai negara dengan cara dituangkan ke dalam drum dan dicampur dengan cairan pembersih lantai, kemudian dibuang ke saluran limbah. 

Selain miras, ratusan handphone (HP) berbagai merek, air softgun juga turut dimusnahkan. Barang yang dilarang dan atau atau dibatasi pemasukan atau pengeluarannya tersebut dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong. 

"Barangnya 315 pcs handphone, sarang burung walet 60kg, hptl (hasil pengelolaan tembakau lainnya), liquid Vape, juga ada cerutu, barang pornografi, seks toys majalah pornografi dan juga obat keras lainnya berupa salep," jelas Finari Manan.

Finari Manan merinci barang-barang lain yang ikut dimusnahkan dalam kegiatan tersebut antara lain berupa 8.000 gram dan 1.484 ml Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), 268 cerutu, 37.835 gram tembakau iris dan 144.870 batang rokok, 19.427 obat-obatan, 171 pcs spare part senjata airsoft gun, 28 pcs barang-barang pornografi, 73 box sarang burung walet dengan berat total 60 kg, dan 1.096 pcs kulit reptil. 

"Barang-barang yang dimusnahkan ini dengan total senilai Rp6,8 miliar itu dimasukkan melalui penumpang, maupun kargo barang kiriman. Ada yang diimpor ada yang diekspor. Kenapa kami tegah? Tadi dia tidak mendapat izin kementerian/lembaga terkait, atau dia memang betul-betul merupakan barang larangan," terangnya.

Finari Manan mengungkapkan, barang yang termasuk Barang Milik Negara (BMN) yang dimusnahkan itu merupakan hasil penegahan petugas sejak Januari 2021 sampai Mei 2022.

Pemusnahan ini juga dilakukan karena barang-barang tersebut membawa dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan ketertiban serta keamanan. 

"Ada juga barang yang telah memperoleh status barang milik negara yang kami serah terimakan kepada Balai Karantina Hewan, yaitu sejumlah gading dan juga tanduk rusa. Juga ada beberapa bagian dari ikan marlin itu kami serah terimakan ke balai karantina ikan atau BKIPM," tuturnya.

Finari Manan menambahkan, barang yang dilarang atau dibatasi pemasukan atau pengeluarannya meningkat di Bandara Soetta. Pihaknya mencatat pemasukan lartas melalui Bandara Soetta meningkat cukup signifikan pada 2022. 

"Dilihat dari tahun sebelumnya, karena COVID-19 dan sudah mulai pulih, ini ada beberapa peningkatan juga yang signifikan dari bidang pengawasan kami, dibanding tahun 2020-2021, kami mengeluarkan bukti penindakan sampai Agustus sebanyak 1.172 surat, membuktikan bahwa banyak barang yang sebenarnya ilegal yang kami tegah. Dibanding tahun 2021 meningkat 123 persen," pungkasnya.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KAB. TANGERANG
Puluhan Rumah di Vila Tomang Baru Tangerang Terendam Banjir Akibat Luapan Situ Gelam

Puluhan Rumah di Vila Tomang Baru Tangerang Terendam Banjir Akibat Luapan Situ Gelam

Senin, 12 Januari 2026 | 20:27

Akibat diguyur hujan selama dua hari satu malam, puluhan rumah di Vila Tomang, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terendam banjir, Senin 12 Januari 2026. Sejumlah warga terdampak pun mengungsi.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill