Mau Bisnismu Naik Kelas, Datang ke Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya
Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:14
Bagi para pelaku usaha yang ingin membawa bisnisnya naik kelas, Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 2026 menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan.
TANGERANG-Rombongan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) ikut serta untuk ikut berdemo ke Provinsi Banten.
Dengan menggunakan mobil angkot seadanya mereka berkumpul di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang seraya meneriaki yel-yel menggugat kepemimpinan Gubernur Ratu Atut Chosiyah sebelum berangkat Pukul 11.00 WIB.
Rencananya mereka akan berkumpul di pusat demo dan bergabung dengan beberapa mahasiswa lain yang berada di Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.
Menurut Zul, Ketua Koordinator yang juga Wakil Sekjen II BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se-Propinsi Banten. Aksi demo itu merupakan demo gabungan BEM yang berada di Provinsi Banten.
Demo ini menurutnya bertujuan untuk menggulingkan Atut, yang dinilainya tidak layak untuk memimpin Provinsi Banten. Sebab sudah 13 tahun Ratu Atut Chosiyah memimpin rakyat di Provinsi Banten belum ada perubahan yang jelas, malah terlihat semakin buruk dari segi apapun.
“Rakyat yang miskin tetap miskin, pendidikan tertinggal, kesehatan mahal, kesejahteraan yang buruk dan korupsi yang menggurita. APBD yang tidak jelas kemana dananya dan untuk apa karena tidak transparan.
Atut menurut dia, hanya memperkaya keluarganya tidak memperkaya rakyat Banten. Zul menginginkan, KPK mengusut tuntas masalah korupsi di Banten.
Zul juga menginginkan Tangerang Raya memisahkan diri dari Provinsi Banten dan membentuk Provinsi sendiri. “Ada beberapa gugatan pada demo kita. Salah satunya ya, Tangerang Raya berpisah dari Banten. Jadikan Tangerang Raya sebagai Provinsi,” ujarnya.
Bagi para pelaku usaha yang ingin membawa bisnisnya naik kelas, Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 2026 menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews