Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Shelter bus Damri jurusan Cilegon-Bandara Soekarno Hatta dipindah ke terminal Seruni. Sebelum dipindah, shelter berada di halaman kantor Dishub Kota Cilegon.
Perpindahan itu setelah diprotes oleh Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi. Edi mengkritik bahwa kantornya tak elok jika dijadikan shelter bus karena sifatnya sebagai kantor pelayanan publik.
Pihak Dishub Cilegon kemudian berkoordinasi dengan Damri Cabang Serang untuk memindahkan shelter dari kantor Dishub ke terminal Seruni.
Perpindahan itu efektif mulai besok Sabtu (15/6/2019) pukul 00.30 WIB untuk keberangkatan. Kemudian, bagi para penumpang dari Bandara Soetta yang turun di Cilegon pada pukul 02.00 WIB akan diturunkan di terminal Seruni.

"Mulai besok mereka sudah mulai beroperasi di sini, hari ini juga saya diperintahkan untuk cek lokasi mana kira-kira lokasi yang nyaman, tempatnya yang safety ," kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Cilegon, Hendra Pradipta, Jumat (14/6/2019).
Hendra mengatakan, shelter bus Damri jurusan Bandara Soetta ditempatkan di kantor Dishub karena alasan keamanan. Pengelola bus Damri saat itu memerhatikan kondisi keamanan dan kelayakan para penumpang yang turun di Cilegon dari Bandara Soetta malam hingga dini hari.
"Dulunya memang area di situ macet penumpang lebih deket di situ, kemudian alasan keamanan juga," kata GM Perum Damri Cabang Serang, Aris Sutanto.
Untuk itu, pihak Damri meminta agar penumpang memaklumi pergeseran shelter. Ia berharap agar keamanan dan kenyamanan di terminal terjamin. (MI/MRI/RGI)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews