Connect With Us

Buruh Krakatau Steel Demo Tolak PHK

Mohamad Romli | Selasa, 2 Juli 2019 | 14:28

Buruh PT Krakatau Steel berunjuk rasa  menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) di depan pabrik Krakatau Steel dan kantor Wali Kota Cilegon, Selasa (2/7/2019). (@TangerangNews / Mochamad Iqbal)

TANGERANGNEWS.com- Buruh PT Krakatau Steel berunjuk rasa  menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) di depan pabrik Krakatau Steel dan kantor Wali Kota Cilegon. Mereka yang berunjuk rasa rata-rata karyawan outsourching

Sebagian dari pengunjuk rasa sudah dirumahkan per 1 Juni 2019 kemarin. Para buruh menolak PHK yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel.

Pihak perusahaan beralasan tengah melakukam restrukturisasi mulai dari keuangan hingga organisasi.

"Nyawa kita tinggal 2 bulan lagi, Agustus nanti adalah pertaruhan nasib kita," kata salah seorang buruh dalam orasinya, Selasa (2/7/2019).

BACA JUGA:

Pada  1 Juli juga, 800 karyawan sudah menyusul dirumahkan. Rencananya, pada Agustus juga PT KS akan kembali merumahkan Karyawan outsourching. Mereka menunggu nasib pada akhir Agustus.

Para buruh meminta agar perusahaan pengolahan baja tersebut menjelaskan kondisi yang terjadi. Mereka beberapa kali sudah berupaya menggelar audiensi untuk mengetahui penyebab dan alasan PT KS merumahkan para karyawannya.

"Direktur Utama mohon datang untuk berbicara bagaimana kondisi KS sebenarnya. apabila Dirut tidak datang maka kita menginap. Apabila  Dirut KS sampai jam 4 tidak datang, tolong siapkan tenda," ujarnya.

Selain di pabrik PT Krakatau Steel, para buruh akan menggelar unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Cilegon. (MI/MRI/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill