Gubernur Banten Wahidin Halim ditemani Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat meninjau kawasan bakal asrama haji jemaah haji Banten di Desa Kampung Kelor, Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Maya Sahurina)
TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Wahidin Halim ogah disalahkan atas terjadinya kerumunan saat Habib Rizieq Sihab tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada 10 November 2020 lalu.
“Jangan kami disalahkan, apa hubungannya,” kata Wahidin Halim melalui video, Rabu (16/12/2020).
Seperti diketahui Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, awalnya terjadi kekisruhan karena statemen Menkopolhukam Mahfud MD.
Seharusnya, karena Bandara Soekarno-Hatta berada di Tangerang, Banten seharusnya tidak hanya Gubernur DKI Jakarta dan Jabar saja yang diperiksa pihak Kepolisian, tetapi juga Gubernur Banten.
“Kerumunan di bandara adalah kewenangan otoritas Bandara Soekarno-Hatta yang tak bisa diintervensi oleh pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi,” kata Wahidin.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kota Tangerang masuk kategori Awas dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I Oktober 2026 berdasarkan surat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 5 Oktober 2026.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""