Connect With Us

Banten Masuk Lima Provinsi Tertinggi Kasus Balita Stunting

Tim TangerangNews.com | Selasa, 22 Februari 2022 | 18:02

Plt. Direktur Jenderan Kesehatan Masyarakat Kemenkes Murti Utami. (@TangerangNews / kemkes.go.id)

TANGERANGNEWS.com-Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Murti Utami menyebutkan, sebanyak 51,2 persen balita yang lahir dalam keadaan kerdil (stunting) berada di lima provinsi absolut.

“Apabila kita lihat dari angka absolut jumlah balita kerdil, sebesar 51,2 persen itu ada di lima provinsi absolut. Ada di provinsi paling besar,” kata Murti dalam Rapat Kerja Nasional Program Bangga Kencana 2022, Selasa 22 Februari 2022, seperti dikutip dari Antara.

Murti mengungkpkan, berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) Tahun 2021, lima provinsi absolut dengan jumlah balita kerdil tertinggi adalah Jawa Barat sebanyak 1.055.608 anak, Jawa Timur 653.218 anak, Jawa Tengah 543.963 anak, Banten 294.862 anak, dan Sumatera Utara sebanyak 383.403 anak.

“Jadi tidak hanya yang jauh-jauh dari ibu kota. Ternyata Jawa Barat yang begitu dekat dengan Jakarta, juga bisa mencapai atau memiliki jumlah balita kerdil tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Selain kelima provinsi absolut, Murti turut mengatakan dalam skala prevalensi provinsi yang memiliki angka balita kerdil tertinggi di Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur 37,8 persen, Sulawesi Barat 33,8 persen, Aceh 33,2 persen, Nusa Tenggara Barat 31,4 persen.

Terdapat pula Sulawesi Tenggara 30,2 persen, Kalimantan Selatan 30 persen, dan Kalimantan Barat 29,8 persen.

Menurut Murti, salah satu penyebab anak dapat lahir dalam keadaan kerdil adalah karena sejak masa remaja, seorang ibu sudah mengalami anemia.

Oleh karena itu, Kemenkes akan memperkuat kerja sama bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui intervensi spesifik seperti memberikan tablet darah pada remaja putri di sekolah tingkat SMP/SMA/sederajat ataupun tambahan asupan gizi bila ibu mengalami kekurangan gizi kronik (KEK).

“Kami akan terus senantiasa mendukung, berkoordinasi dan bekerja sama dengan BKKBN,” kata Murti.

Namun, lanjut dia, pihaknya ingin fokus dalam menjalankan intervensi-intervensi, yang akan difokuskan adalah intervensi spesifik yang memberikan penyebab langsung atas terjadinya kekerdilan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan tingginya jumlah penduduk menjadi penyebab provinsi absolut memiliki banyak anak kerdil meskipun provinsi itu tersebut bukan merupakan daerah tertinggal.

Hasto menuturkan kelima provinsi tersebut sebenarnya tidak memiliki angka prevalensi yang tinggi. Namun, dalam satu keluarga yang tinggal di provinsi seperti Jawa Barat seringkali memiliki anak dalam jumlah banyak.

Akibatnya dari 51,2 persen itu, jumlah anak yang tercatat terkena kekerdilan terlihat besar. Hal itu disebabkan karena tidak adanya jarak antar kelahiran yang direncanakan oleh keluarga.

Selain karena populasinya yang padat, tingginya jumlah pernikahan dini di provinsi-provinsi itu juga menyebabkan banyak anak kerdil lahir, sehingga angka kelahiran total (TFR) menjadi tinggi.

“Jadi kelima daerah itu bukan yang angka kekerdilan tinggi, ya, tapi daerah itu merupakan daerah yang jumlah anak stuntingnya banyak,” ujar Hasto.

KOTA TANGERANG
Digelar di Kota Tangerang, Inilah PEPARPEDA Ajang Olahraga Khusus Disabilitas

Digelar di Kota Tangerang, Inilah PEPARPEDA Ajang Olahraga Khusus Disabilitas

Kamis, 23 Mei 2024 | 10:46

Ajang pertandingan olahraga khusus untuk para pelajar penyandang disabilitas, Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) VIII tingkat Provinsi Banten akan digelar di Kota Tangerang, pada 2-5 Juli 2024 mendatang.

SPORT
PSSI Tunjuk Mantan Bupati Tangerang Jadi Manajer Timnas, Ini Alasannya 

PSSI Tunjuk Mantan Bupati Tangerang Jadi Manajer Timnas, Ini Alasannya 

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:09

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Bupati Tangerang Periode 2018-2023 Ahmed Zaki Iskandar menjadi manajer tim nasional (timnas).

TANGSEL
Pemkot Tangsel Dorong Lebih Banyak Warga Teribat Bank Sampah dan TPS3R

Pemkot Tangsel Dorong Lebih Banyak Warga Teribat Bank Sampah dan TPS3R

Rabu, 22 Mei 2024 | 22:56

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong masyarakat terlibat, baik lewat program bank sampah maupun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R).

AYO! TANGERANG CERDAS
9.176 Calon Siswa Belum Verifikasi Pra-PPDB 2024 di Kota Tangerang

9.176 Calon Siswa Belum Verifikasi Pra-PPDB 2024 di Kota Tangerang

Selasa, 21 Mei 2024 | 11:38

Sebanyak 9.176 calon siswa belum melakukan verifikasi Pra-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD di Kota Tangerang tahun ajaran 2024/2025.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill