Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Tol Tangerang-Merak sebagai salah satu jalur perlintasan yang dilalui para pemudik pada Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) diprediksi bakal macet di sejumlah titik.
Kemacetan tersebut lantaran kepadatan arus kendaraan di Tol Tangerang-Merak diprediksi naik 3,81 persen dari tahun lalu.
Jumlah kendaraan yang melintas diprediksi meningkat sejak 20 Desember 2022 atau H-5 Natal, hingga 3 Januari 2023 atau H+3 tahun baru.
"Diprediksi trafik Nataru tahun ini rata-rata sekitar 164.274 kendaraan yang akan melintasi ruas jalan tol Tangerang-Merak," ujar Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Astra Tol Tangerang-Merak Samsul Chair mengatakan, seperti dikutip dari otomotifnet.com, Rabu 21 Desember 2022.
Menurut Samsul, puncak dari arus mudik natal diprediksi terjadi pada 22 Desember 2022, dengan dilintasi sebanyak 178.000 kendaraan.
Sedangkan untuk puncak arus balik akan terjadi pada 5 Januari 2022, dilintasi sebanyak 174.000 unit kendaraan.
"Adapun titik rawan macet tersebut di antaranya di Gerbang Tol Cikupa, Serang Timur, Cilegon Timur dan Merak," jelas Samsul.
Meski begitu, pengelola ruas tol paling ujung barat pulau Jawa itu tetap mengantisipasi dengan berbagai langkah yang telah dipersiapkan.
"Maka dari itu akan dilakukan optimalisasi layanan transaksi melalui penambahan gardu tandem, mobile reader dan penambahan petugas di Gerbang tol Merak serta Gerbang-gerbang jalur wisata, seperti Gerbang Tol Serang Timur, Serang Barat dan Cilegon Timur," ujar Samsul.
Peningkatan kendaraan tersebut, karena banyak masyarakat memanfaatkan libur Nataru untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman bagi yang merayakan Natal.
Selain itu juga juga momen untuk melakukan wisata keluarga pada musim liburan anak sekolah.
Umumnya masyarakat yang melintas di ruas Tol Tangerang-Merak ke arah Merak akan menyebrang ke Bakauheni, Sumatera.
"Momen Nataru berbeda dengan momen mudik lebaran. Libur Nataru penyumbang terbanyak itu masyarakat Jakarta yang mau berlibur ke wilayah Banten," tutup Samsul.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Modus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews