Connect With Us

Tangerang Macet Akibat Banjir, Simak 8 Tips Menghindari Kemacetan

Fahrul Dwi Putra | Senin, 14 November 2022 | 10:54

Kemacetan di Fly Over Cibodas, Kota Tangerang, akibat banjir, Rabu 5 Oktober 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah wilayah Tangerang diguyur hujan deras yang mengakibatkan banjir di beberapa titik. Banjir tersebut pun menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Kemacetan akibat banjir tersebut terjadi sejak Minggu 13 November 2022, malam hingga Senin 14 November 2022, pagi.

Terpantau kemacetan terjadi salah satunya di kawasan Lippo Village Karawaci dan ruas jalan Cimone ke arah Flyover Cibodas.

Tentunya, keadaan macet sangat mengganggu. Selain urusan menjadi terhambat, kemacetan yang terlampau padat dapat menyebabkan stres pada pengemudi.

Berikut sejumlah tips menghindari macet seperti dilansir dari tirto.id, Senin 14 November 2022:

 

Persiapkan rencana perjalanan 

Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya tentukan terlebih dahul tujuan beserta rencana perjalanan, dengan merancang akses jalan seperti apa yang hendak dilalui.

Hal ini nantinya dapat memberikan perkiraan jalan mana saja yang berpotensi macet sehingga bisa mencari alternatif jalan lainnya. 

 

Membiasakan carpooling

Budaya untuk bergantian mengemudi dengan menggunakan kendaraan pribadi atau disebut dengan carpooling. Caranya yakni, Seseorang bisa bergantian dengan kolega mereka untuk melakukan perjalanan bersama menggunakan satu kendaraan. 

 

Berangkat lebih awal 

Ini merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk terhindar dari macet. Lakukan perjalanan lebih awal mendahului dari waktu kendaraan mulai padat.

Cara tersebut tepat digunakan untuk keperluan berangkat ke kantor atau sekolah. Namun, harus menentukan waktu yang tepat, sebab banyak yang berpikiran sama untuk berangkat lebih awal. 

 

Cek CCTV jalan raya 

Kemajuan teknologi yang sangat tepat, kini tiap orang dapat memantau kondisi jalan tertentu melalui CCTV yang dapat diakses melaluii website khusus.

Dengan mengetahui tayangan realtime tersebut dapat membantu untuk menghindari lokasi-lokasi yang rawan macet.

 

Pahami waktu puncak kepadatan lalu lintas 

Hidup di kota besar seperti Tangerang, perlu memahami waktu-waktu kepadatan lalu lintas, termasuk yang bersifat reguler seperti macet karena banjir dan kecelekaan atau situasi musiman seperti saat mudik hari raya.

Informasi mengenai kemacetan telah banyak tersedia di media-media sehingga dapat membantu mengetahui jam-jam sibuk jalan raya. 

 

Ikuti terus arus lalu lintasnya 

Ketika terjebak dalam kemacetan panjang, seseorang cenderung terdorong untuk keluar dari jalur jalan yang diikuti saat itu. 

Sebaiknya keinginan tersebut ditunda. Sebab, mengambil jalur lain justru bisa membuat keadaan makin kacau dan kemacetan lebih sulit diurai. 

 

Gunakan kendaraan roda dua 

Jika dalam melakukan perjalanan tidak membawa penumpang atau barang-barang tertentu, sebaiknya gunakan kendaraan roda dua.

Selain lebih mudah untuk meloloskan diri dan lebih mudah bermanuver dalam ruang yang cukup sempit. Kendaraan roda dua tidak memenuhi seluruh badan jalan.

 

Naik transportasi umum 

Cara alternatif selanjutnya adalah dengan menggunakan transportasi umum seperti kereta api komuter atau busway. Transportasi umum memiliki jalur tersendiri sehingga cenderung tidak begitu terpengaruh oleh kemacetan.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KOTA TANGERANG
Tiba-tiba Ceburkan Diri ke Sungai Cisadane, BPBD Evakuasi Pria di Pintu Air 10 Tangerang

Tiba-tiba Ceburkan Diri ke Sungai Cisadane, BPBD Evakuasi Pria di Pintu Air 10 Tangerang

Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:09

Warga di sekitar kawasan Pintu Air 10, Kota Tangerang, dikejutkan oleh aksi seorang pria yang nekat menceburkan diri ke aliran Sungai Cisadane, Selasa 4 Agustus 2026, sore.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill