Connect With Us

Viral Kakek Asal Serang Banten Panen Duit, Koleksi Uang Jadul hingga Berkarung-karung

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 26 April 2023 | 21:27

Tangkapan layar video tumpukan uang milik seorang kakek asal Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten sedang dihitung (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Beredar video yang memperlihatkan tumpukan uang jenis lama yang sedang dihitung oleh sejumlah warga.

Diketahui uang-uang tersebut milik seorang kakek yang berasal dari Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Dalam video unggahan @netizenserang, tampak uang tersebut dihitung oleh keluarga si kakek dan beberapa tetangga yang ikut membantu.

Pasalnya, koleksi uang-uang tersebut sangatlah banyak sehingga membutuhkan waktu lama untuk memastikan jumlahnya.

Terlihat uang yang sudah dihitung dimasukkan ke dalam beberapa kantong plastik lalu dikumpulkan menggunakan karung.

Pihak keluarga menyatakan baru mengetahui koleksi uang jaman dahulu (jadul) tersebut usai sang kakek yang sedang dalam kondisi sakit memberi tahu tabungan miliknya itu.

Unggahan koleksi uang-uang jadul milik kakek asal Serang pun menuai beragam reaksi dari warganet.

"Ngumpulin nya dr dlu bgt, soale ada uang2 pecahan lama nya. Gpp, bisa dituker ke bank itu... tp salut lah, gak dimakan rayap," tulis warganet dikutip Rabu, 26 April 2023.

"Kudunya mah ditabung dal bentuk emas, karunya duitne inflasi," tulis warganet.

"Duit jadulnya masih rapih banget . Buat koleksi dan seserahan mau," tulis warganet.

"uangnya masih uang dulu masih diburu kolektor," tulis warganet.

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill