Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com- Kondisi polusi udara yang melanda sejumlah wilayah khususnya di Jabodetabek masih menjadi perhatian publik, termasuk Tangerang.
Terkait penanganan polusi udara, Penjabat (PJ) Gubernur Banten telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk menggunakan hujan buatan.
"Kita sudah sampaikan kepada pemerintah pusat untuk dilakukan hujan buatan di beberapa wilayah Provinsi Banten kaitan polusi udara dan kemarau," ujarnya saat menghadiri upacara Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Ke-78 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Tangerang, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dikutip dari antaranews.com, Selasa, 22 Agustus 2023.
Seperti diketahui, hujan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita alami. Namun, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan manusia untuk menciptakan hujan menggunakan berbagai teknik untuk mempengaruhi cuaca dan menciptakan hujan sesuai kebutuhan.
Lalu, proses terjadinya hujan buatan, manfaatnya, serta dampak negatif yang mungkin timbul? Berikut penjelasannya dilansir dari kanal YouTube Mata S, Kamis 24 Agustus 2023.
Hujan buatan melibatkan penggunaan bahan kimia khusus untuk mempengaruhi pembentukan awan. Salah satu bahan kimia yang digunakan adalah argentium iodida atau perak iodida.
Bahan ini ditaburkan ke lapisan awan, khususnya pada awan jenis kumulus yang masih aktif. Penaburan bahan kimia ini biasanya dilakukan pada ketinggian antara 1.219 hingga 2.134 meter.
Faktor-faktor seperti arah dan kecepatan angin juga harus dipertimbangkan, karena angin akan membawa awan ke wilayah tempat hujan buatan diinginkan.
Selain argentium iodida, zat hidroskopis seperti garam (NaCl), klorida kalsium (CaCl2), dan urea juga ditaburkan ke awan.
Ini bertujuan untuk menggabungkan butiran-butiran air di awan, membantu awan berkondensasi, dan mempercepat proses terjadinya hujan.
Proses hujan buatan ini memerlukan waktu yang terkoordinasi dengan baik. Penaburan bahan kimia dimulai pada pagi hari sekitar pukul 7, saat proses pembentukan awan alami sedang berlangsung.
Beberapa jam setelahnya, bubuk urea ditaburkan untuk membantu pembentukan awan hujan. Bahan kimia ini kadang-kadang disuntikkan dalam bentuk larutan dengan komposisi air, urea, dan amonium nitrat pada pukul 12 siang.
Hujan buatan memiliki manfaat yang signifikan, terutama di wilayah yang mengalami musim kemarau atau kekeringan. Manfaatnya meliputi:
Meskipun memiliki manfaat, hujan buatan juga dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk:
Dengan berbagai manfaat dan dampak negatifnya, hujan buatan tetap menjadi topik kontroversial dalam pengendalian cuaca. Perlu perhatian ekstra dalam penggunaannya untuk meminimalkan dampak negatifnya pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kota Tangerang masuk kategori Awas dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I Oktober 2026 berdasarkan surat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 5 Oktober 2026.
Persiapan venue pertandingan terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang semakin dekat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews